4 Warga Sragen Meninggal akibat Covid-19

TRI RAHAYU
SRAGEN—Empat kematian menjadi bagian dari 72 tambahan pasien baru Covid-19 di Kabupaten Sragen, Rabu (2/12/2020). Empat pasien tersebut meninggal dalam satu hari.
Sehari sebelumnya, Selasa (1/12/2020), jumlah kasus baru sebanyak 60 pasien. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen dr. Sri Subekti saat dihubungi Koran Solo, Rabu, menyebut angka kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen mencapai 1.526 orang. ”Pasien terkonfirmasi yang dirawat sebanyak 407 orang, 1.055 orang sembuh, dan 64 orang meninggal dunia,” katanya.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, menyampaikan Pemkab Sragen sudah maksimal dalam upaya pencegahan Covid-19.
Dia mengatakan meskipun upaya maksimal tetapi tanpa dibarengi dengan kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan (prokes) sebelum vaksin beredar maka susah meminimalisasi penularan Covid-19. “Ya, kami sudah mak­simal. Menyadarkan masyarakat yang susah,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sragen Dedy Endriyatno me­nyampaikan testimoni dari se­orang pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di rumah sakit asal wilayah Semarang.
“Dari testimoni itu katanya rasanya luar biasa. Sakit di dada. Obat masuk juga sakit. Infus masuk sakit. Sama sekali tidak bisa tidur tiga hari tiga malam karena rasa sakit di dada, apalagi saat batuk. Itu testimoni mereka yang terpapar dan sakit,” ujar Dedy.
Di Klaten, sebanyak 15 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh, Rabu. Namun penambahan Covid-19 di Klaten di waktu yang sama mencapai 30 orang. ”Jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi Covid-19 di Klaten mencapai 1.897 orang. Sebanyak 340 orang menjalani perawatan di RS/isolasi mandiri. Sebanyak 1.485 orang sembuh. Sebanyak 72 orang meninggal dunia,” kata Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo.
Sementara itu, seorang remaja laki-laki dari Desa Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun yang menjadi santri di Pondok Pesantren Ibnu Abbas Klaten, terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (2/12/2020). Pasien berinisial RF ini menjalani isolasi di RSUD Caruban.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun, Mashudi, mengatakan pihak Ponpes Ibnu Abbas Klaten meminta kepada orang tua untuk menjemput RF. Hal ini karena pimpinan pondok dan salah satu kiainya terindikasi positif Covid-19.
Dia menuturkan untuk itu seluruh ustaz dan ustazah serta seluruh santri dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri. “Pada Kamis tanggal 26 November, ayah dan ibu RF menjemputnya di Ponpes Ibnu Abbas,” kata dia.
Sesampainya di rumah, RF kemudian menjalani isolasi di rumah dengan kamar terpisah. Setelah itu, satu keluarga tersebut menjalani rapid test di RSUD Caruban. Ternyata hasil tes cepat RF menunjukkan reaktif.
Pasien RF kemudian menjalani tes swab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk anggota keluarga yang lain masih menunggu hasil tes swab. Untuk kontak erat pasien ini ada tiga orang yaitu ayah dan ibunya serta satu orang adiknya,” jelas dia. (Ponco Suseno/ Abdul Jalil)