Pedagang Senang Piala Dunia Ditunda

Kurniawan
SOLO—Ditundanya Piala Dunia U-20 ditanggapi dengan suka cita oleh sebagian pedagang di Selter Manahan. Salah satunya Sri Purwani, 54, pedagang jus buah di selter barat.
Dia mengaku senang dengan ditundanya Piala Dunia U-20 di Solo dikarenakan dirinya tidak harus pindah dari tempatnya berjualan. Dia masih punya waktu hingga 2023.
”Ya senang lah. Akhirnya kami masih bisa berjualan di sini. Ka­lau Piala Dunia jadi digelar tahun depan kan kami harus pindah berjualan mulai bulan Januari 2021,” terang dia, kepada Espos, Sabtu (26/12/2020).
Agenda Piala Dunia Usia 20 pada tahun 2021 yang salah satunya akan digelar di Kota Solo menjadi harapan besar para pelaku usaha wisata dan perhotelan setempat.
Agenda akbar sepak bola dunia itu dibidik sebagai pendorong kebangkitan perekonomian pascapandemi Covid-19. Salah satunya calon wali Kota Solo, Gibran Rakabuming.
Dalam beberapa kesempatan saat masa kampanye Pilkada Solo 2020, putra sulung Presiden Joko Widodo itu menyatakan antusiasmenya menyambut Piala Dunia U-20.
Menurut dia, Solo sangat siap menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ada 6.000 hingga 7.000-an kamar hotel berbagai kelas yang bisa digunakan menginap rombongan tim. Selain itu, Solo memiliki Stadion Manahan yang berkelas internasional. Di samping itu beberapa lapangan pendukung sedang dalam tahap renovasi serius. Namun nyatanya FIFA justru menunda agenda Piala Dunia U-20 hingga tahun 2023.
”Kita hormati keputusan FIFA. Semoga pembangunan lapangan dilanjutkan,” tulis Gibran, saat di­mintai tanggap Solopos.com melalui pesan WhatsApp (WA) pada Jumat (25/12/2020). Tapi dia tak membalas saat ditanya skenario kebangkitan ekonomi tanpa Piala Dunia U-20.