Berisiko Pertambahan Pengangguran

Farida Trisnaningtyas
SOLO—Sejumlah pusat per­belanjaan modern menyesuaikan jam operasional seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Soloraya, yakni menjadi pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB.
Jam operasional ini yang membuat mal tutup lebih cepat berlaku mulai Senin (11/1/2021). PPKM merupakan upaya untuk meminimalkan kasus Covid-19.
Chief Marcom Solo Paragon Mall, Veronica Lahji, mengatakan pihaknya telah memberitahukan kepada tenant maupun seluruh staf terkait perubahan jam operasional mal. Biasanya, mal ini buka pada pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB. Ini mengacu pada surat edaran (SE) Wali Kota Solo.
“Iya, per Senin kami tutup lebih awal. Kami sudah sampaikan kepada semua pihak seperti tenant dan para staf. Keberatan iya, tapi kami menyayangkan ini pasti berdampak pada pengurangan tenaga kerja karena tenant mempekerjakan staf sesuai sif,” kata dia, kepada Koran Solo, Minggu (10/1/2021).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Hal serupa diungkapkan Public Relations Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina. Ia mengatakan manajemen SGM memutuskan menyesuaikan jam operasional mal selama pelaksanaan PPKM skala Jawa-Bali pada 11 – 25 Januari 2021.
“Kami juga mengumumkannya melalui media sosial kami agar masyarakat tahu jika ada perubahan jam buka dan tutup mal, yakni dari pukul 10.00 WIB-21.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB-19.00 WIB,” ujar perempuan yang akrab disapa Ina tersebut.
Dalam hal ini, mal di Kota Solo juga mesti mematuhi Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Solo.
Pada aturan tersebut, Pemkot masih melarang anak di bawah usia 15 tahun, ibu hamil, dan orang lanjut usia risiko tinggi memasuki pasar tradisional, toko modern, pusat perbelanjaan serta tempat hiburan, tempat wisata, dan tempat bermain; dan/atau melakukan kegiatan berkumpul dan melakukan kontak fisik di tempat umum.
Sementara itu, The Park Mall di Solo Baru, Sukoharjo, juga mengubah operasional mal. Public Relations The Park Mall, Christina Tri Mawarti, menyebut perubahan tersebut menyesuaikan SE Bupati Sukoharjo yang berlaku mulai 11 Januari 2021, yakni menjadi pukul 10.00 WIB-19.00 WIB.
“Kami khawatir dampak dari aturan tersebut yang akan berefek pada naiknya tingkat pengangguran. Tenant akan menyesuaikan sif yang pasti berpengaruh pada tenaga kerja mereka,” papar dia.
Berbeda dengan Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo tak pernah mengeluarkan batasan pengunjung tertentu yang boleh ke toko modern. Dalam hal ini, anak-anak semua usia, ibu hamil, maupun orang lanjut usia tak masalah masuk pasar modern atau pun tempat umum lainnya.
“Kalau mal kami biasanya saat hari biasa operasional pukul 10.00 WIB-21.00 WIB, saat akhir pekan pukul 10.00 WIB-22.00 WIB. Sekarang ini pukul 10.00 WIB-19.00 WIB,” jelas Marcom Hartono Mall Solo Baru, Elfizia Carina.
Secarik Kertas
Tempat peribadatan memperketat protokol kesehatan jelang PPKM. Berdasarkan pantauan Koran Solo di Gereja Katolik St. Antonius Purbayan, Minggu (10/1/2021), jemaat datang menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, dan petugas gereja mengecek secarik kertas berisi nomor kursi/ tiket yang dibawa jemaat dua kali, masing-masing pengecekan di luar gedung dan di dalam gedung.
Kapasitas gereja yang dapat menampung 800 jemaat setiap ibadah hanya diisi 173 atau seperlima dari kapasitas gedung. Ibadah berlangsung selama 45 menit atau dipercepat 15 menit dari proses ibadah sebelum pandemi.
Petugas gereja membuka pendaftaran bagi para jemaat yang ingin datang beribadah untuk Minggu depan setelah ibadah rampung. Bagi jemaat baru, harus menyerahkan KTP kepada petugas.
Sistem tiket atau penomoran ini untuk mengantisipasi atau memenuhi kebutuhan tracing bila terdeteksi penyebaran virus dalam gereja. Jemaat yang ingin datang beribadah ke gereja harus mendaftar jauh-jauh hari supaya mendapatkan tiket.
“Tokoh agama terutama para pastur memohon dengan sangat jika ada umat yang sudah mendaftar ibadah harus jujur dengan diri sendiri dan keluarga. Untuk tidak datang bila badan tidak enak. Mohon kerja sama antara gereja dan umat. Sekarang diperketat,” kata Pastor Kepala St. Antonius Purbayan Rm. Clemens Budiarto saat ditemui di kantornya.
Penyesuaian aktivitas ibadah akibat kebijakan PPKM juga dilakukan pengurus Masjid Agung Solo. Sekretaris Pengurus Masjid Agung, Abdul Basid Rochmad, mengatakan masjid masih digunakan untuk ibadah salat selama PPKM.
Basid, sapaan akrabnya, menjelaskan jemaah yang berapa di lingkungan masjid wajib memakai masker termasuk para karyawan. Pengunjung yang sakit tidak boleh masuk area masjid dan jemaah tidak perlu membawa  anak-anak di bawah lima tahun. (Wahyu Prakoso)