dian sastrowardoyo. Seperti K-Pop

Dian Sastrowardoyo meyakini per­filman Indonesia tak ha­nya meramaikan sek­tor industri yang ada di Indonesia. Perfilman Indonesia dapat membantu menggerakkan roda ekonomi nasional.

Pada 2016, industri perfilman dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Ini berarti sektor tersebut terbuka bagi penanaman modal asing.
Berkaca dari keberhasilan K-Pop yang membawa drama dan filmnya hingga musik digandrungi dan jadi perhatian banyak orang, Dian meyakini industri film Indonesia juga dapat sesukses Korea.
“Gue sudah bisa ngelihat bagaimana perfilman Indonesia sudah bisa kasih kontribusi buat roda ekonomi negara secara makro seperti bagaimana si orang Korea bisa menggerakkan ekonomi negaranya dengan K-Pop-nya, K-Drama-nya,” kisah Dian Sastro dalam wawancara via Zoom, Minggu (10/1/2021).
Kepopuleran Korea Selatan lewat K-Pop-nya diamati Dian Sastro berdampak pada sektor lainnya di negara tersebut. ”Karena orang-orang suka, mereka jadi beli handphone mereka, sampai suka makanannya,” kisah Dian.
Untuk itu, aktris yang ikonik dikenal sebagai Cinta di AADC? ini berniat mengembangkan industri film tak hanya menjadi aktris atau pemain pemeran.
”Akhirnya gue mencoba masuk ke film, tapi nggak cuma jadi pemain saja, karena gue harus aktif masuk ke producing,” ungkap Dian yang pernah vakum 6 tahun dari depan kamera.
Nougat dalam Quarantine Tales menjadi karya terbaru Dian dari belakang layar. Ia mengatakan, dirinya membawa kisah tentang keluarga yang ia kumpulkan memorinya dari sosok mendiang ayahnya.
Tak hanya itu, pandemi yang masih berlangsung sejak tahun lalu juga menjadi inspirasi besar bagi Dian Sastro dalam melahirkan karya filmnya ini. ”Ini film pandemi, tantangannya adalah gimana gue tetep bisa ngedirect mereka yang nggak ketemu secara fisik, akting­nya harus tetap sinkron. Itu tantangannya,” ungkap Dian Sastro. (detik/JIBI)