Sentuhan Kejujuran ala SMKN Jenawi

Sri Sumi Handayani
KARANGANYAR—SMKN Jenawi di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar memiliki strategi menguatkan karakter siswa di masa pandemi Covid-19.

Salah satunya melalui video menyerupai iklan layanan masyarakat (ILM).
Pemerintah pusat belum mengizinkan sekolah menyelengga­rakan pendidikan secara tatap muka atau pembelajaran luring. Padahal, sekolah memiliki ke­wajiban menyentuh karakter peserta didik.
SMKN Jenawi memiliki strategi khusus untuk menguatkan karakter siswa di masa pandemi Covid-19. Penguatan karakter dilakukan secara daring.
Sekolah di kawasan pegunungan itu membuat video berisi informasi tentang penguatan karakter siswa. Video tersebut bikinan siswa yang tergabung dalam tim media sekolah bernama SNJ Entertainment.
Video diunggah pada akun Youtube SMKN Jenawi, yakni SNJ Channel. Kepala SMKN Jenawi, Sri Eka Lelana, menuturkan siswa membuat video dengan mengusung enam tema.
Video berisi informasi tentang profil pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif.
”Enam karakter tersebut diterjemahkan dalam bentuk video singkat dalam konsep iklan layanan masyarakat. Tim media sekolah atau SNJ Entertainment yang membuat. Video diunggah di SNJ Channel. Itu di Youtube. Siswa dan orang tua dipersilakan mengakses informasi tersebut,” kata Eka saat berbincang dengan Koran Solo, Selasa (12/1/2021).
Eka menuturkan tantangan pembelajaran daring atau online adalah penanaman karakter dan nilai atau praktik baik kepada siswa. Oleh karena itu, Eka merasa sekolah dan guru perlu membuka wawasan tentang penguatan pendidikan karakter.
”Utamanya dalam upaya menumbuhkan keteladanan nilai-nilai karakter. Khususnya pada masa belajar di rumah. Kami mendorong guru berinovasi untuk membentuk karakter siswa. Tentunya yang dapat diterapkan di sekolah saat pandemi,” ujarnya.
Oleh karena itu, SMKN Jenawi memanfaatkan aplikasi Youtube untuk memberikan contoh pelaksanaan nilai atau praktik baik kepada siswa. Tim media sekolah membuat video tentang nilai baik dan atau karakter yang dikembangkan dalam bentuk profil pelajar Pancasila.
Pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Eka menyampaikan tim media sekolah harus membuat minimal dua video per bulan.
”Edisi pertama, sekolah membuat materi tentang kejujuran  kepada orang tua siswa. Guru mata pelajaran PKn mengarahkan siswa melihat dan menonton video ILM tersebut. Mereka harus memberikan tanggapan tentang praktik baik dari karakter yang disampaikan pada video. Setiap tanggapan siswa diberi nilai,” ungkap dia.