Pemerintah Impor Listrik Malaysia

JAKARTA—Pemerintah memiliki program 35.000 megawatt (MW) untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Namun, Indonesia masih impor listrik hingga saat ini.
Direktur Jenderal Ketenagalis­trikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menjelaskan rasio impor listrik Indonesia 0,54%. Rasio ini menunjukkan tingkat kemandirian energi, khususnya listrik.
”Yang perlu kami jelaskan adalah salah satu indikator yang sesuai kesepakatan kami Pak Sekjen, Pak Ego melalui Biro Perencanaan, ini untuk mengukur tingkat kemandirian kita terhadap energi dalam hal ini listrik. Adakah sebagian yang listrik yang dikonsumsi dalam negeri itu di antaranya datang dari luar negeri, nyatanya ada,” paparnya dalam teleconference, Rabu (13/1/2021).
Listrik tersebut merupakan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Listrik tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kalimantan Barat.

”Kita kerja sama bilateral dengan Malaysia, tepatnya Serawak sana, lebih khusus lagi Kalimantan Barat yang secara bilateral G to G, tentu pelaksananya adalah korporasi BUMN kelistrikan PLN dan di Malaysia Sesco yang kerja sama untuk jual beli listrik atau ekspor impor listrik,” terangnya.
”Untuk tahap sekarang karena kerja sama tersebut dibagi beberapa tahap, untuk tahap awal sekarang kita sebagian impor dan impornya kalau dibandingkan dengan total yang kita konsumsi itu kurang lebih 0,54%,” sambungnya
Dalam megawatt (MW), Rida mengatakan, angka 0,54% itu sekitar 100-120 MW. ”Itu kalau diperkirakan di megawattnya itu berkisar 100-120 MW,” terang Rida.
Ia berharap, pembangkit listrik di sekitar Kalimantan Barat segera rampung sehingga situasinya bisa berubah di mana Indonesia bisa mengekspor listrik.
”Mudah-mudahan nanti dalam waktu tidak begitu lama kalau sekiranya pembangkit di sekitar Kalimantan Barat itu sudah selesai maka pada saatnya kita akan mengembalikan situasi yaitu mengekspor listrik dari Indonesia ke Malaysia dengan jalur yang sama,” terangnya.
Pada bagian lain, pemerintah memperpanjang program sti­mulus listrik dari tahun lalu hingga kuartal I-2021. Dengan perpanjangan stimulus ini, tambahan subsidi yang bakal digelontorkan sekitar Rp4,57 triliun.
Stimulus yang digelontorkan seperti diskon listrik 100% atau listrik gratis untuk rumah tangga golongan 450 VA dan diskon 50% untuk 900 VA subsidi.
”Total Rp4,57 triliun untuk ketiga jenis program stimulus ya, yang satu diskon rumah tangga 450 sama 900 VA, diskon untuk industri dan bisnis kecil, kemudian diskon untuk rekening minimum itu total untuk triwulan I-2021 kita perkirakan Rp4,57 triliun,” kata Rida Mulyana.
Dia menjelaskan, program ini diperpanjang mengingat dampak pandemi Covid-19 belum reda. Maka itu, program ini diperpanjang sebagai bentuk jaring pengaman sosial.
Dia melanjutkan, besaran stimulus ini tidak berubah jika dibanding dengan stimulus yang dikucurkan tahun lalu. ”Kami laporkan Pak Menteri bahwa memang betul sesuai arahan Pak Presiden, mengingat pandemi belum mereda kemudian sebagai bentuk atau bagian dari program jaring sosial apakah stimulus diperpanjang lah dari tahun lalu, minimum sampai triwulan I-2021 dengan besaran tidak berubah, sama,” ujarnya. (detik/JIBI)