Separuh Nakes Isolasi, Puskesmas Kerjo Tutup

Sri Sumi Handayani
KARANGANYAR—Pemkab Karanganyar menutup sementara pelayanan Puskesmas Kerjo mulai Rabu (13/1/2021) karena separuh tenaga kesehatannya terpapar corona. Puskesmas akan buka kembali, Sabtu (16/1/2021).
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengonfimasi kasus tersebut saat berbincang dengan wartawan seusai acara di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu.
Bupati menduga kasus persebaran Covid-19 di Puskesmas Kerjo berasal dari luar lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan itu.  ”Ini lonjakan kasus dahsyat. Coba itu di Kecamatan Kerjo. Itu luar biasa. Satu puskesmas hampir separo lebih [nakes terkonfirmasi positif Covid-19]. Pegawai [yang terkonfirmasi positif Covid-19] lebih dari 30 orang. Padahal pegawainya sekitar 60 orang. Kepala puskesmas termasuk. Saya tutup tiga hari mulai hari ini,” kata Bupati.
Bupati menyampaikan tim sudah menyemprotkan disinfektan ke Puskesmas Kerjo agar steril. Selanjutnya, pelayanan fasilitas kesehatan masyarakat dialihkan ke puskesmas lain maupun fasilitas pelayanan kesehatan lain terdekat.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati.
Dokter gigi yang bertugas di Dinkes Karanganyar itu menyampaikan 32 orang pegawai Puskesmas Kerjo menjalani isolasi mandiri saat ini.
Dwi menyampaikan kondisi 32 orang nakes itu tidak bergejala sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.
”Kami menindaklanjuti surat dari Kepala Puskesmas Kerjo maka Pemkab menutup sementara seluruh pelayanan di puskesmas itu. Baik itu rawat inap dan IGD. Kami menyikapi hasil tes swab PCR Covid-19 yang baru diterima tadi [Rabu] pagi. Sebanyak 32 orang atau bisa dibilang hampir 75 persen pegawai Puskesmas Kerjo positif Covid-19,” ujar Dwi saat dihubungi, Rabu.
Kebijakan tersebut berbeda apabila dibandingkan dengan kasus persebaran Covid-19 di puskesmas lain sebelumnya. Pemkab tidak menutup total pelayanan di Puskesmas Tawangmangu, Puskesmas Karangpandan, Puskesmas Colomadu, dan Puskesmas Ngargoyoso saat terjadi kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Dwi beralasan Pemkab tidak ingin mengambil risiko terkait kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Puskesmas Kerjo. ”Pertimbangan kami tidak bisa melayani. Kepala puskesmas, dokter umum, dokter gigi, kepala TU, hampir komplet [yang terkonfirmasi positif Covid-19]. Nakes lain kan otomatis menjadi kontak erat dari 32 nakes yang positif. Ini lagi prihatin,” ujar dia.
Perempuan berkerudung itu menyampaikan Puskesmas Kerjo ditutup sementara selama tiga hari sembari menunggu hasil tes swab PCR Covid-19 terhadap nakes lain yang menjadi kontak erat tersebut.
Hasil tes swab akan menentukan langkah selanjutnya Pemkab Karanganyar.
”Sementara ditutup tiga hari dulu sembari menunggu hasil tes swab nakes lain. Semuanya dinamis. Kami mengikuti perkembangan kasus. Kami sudah menginformasikan kepada masyarakat agar beralih ke fasilitas pelayanan kesehatan lain yang terdekat,” jelasnya.
Perempuan berkerudung itu menjelaskan seluruh nakes yang menjadi kontak erat juga menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil test swab PCR Covid-19. Di sisi lain, Dinkes Karanganyar berkeliling ke puskesmas lain untuk memastikan peningkatan pengamanan diri selama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
”Kami imbau nakes di puskesmas lain agar lebih hati-hati. Kami sampaikan lewat WhatsApp grup. Rata-rata biasanya kecolongan saat keluar dari fasilitas pelayanan kesehatan. Misal saat makan, mengobrol, datang ke acara syukuran, dan lain-lain. Kalau di fasilitas pelayanan kesehatan kan jelas ada APS standar,” ungkapnya.
Dwi mengaku tidak bisa memastikan awal mula persebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Puskesmas Kerjo. Tetapi, dia memastikan bahwa persebaran berawal dari luar lingkungan puskesmas. Dwi meminta doa dan dukungan masyarakat terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Karanganyar.
”Bisa dari keluarga lalu kontak dengan rekan kerja saat rapat, makan. Hajatan juga bisa. Kebetulan dapat informasi ada yang dari hajatan. Kami tidak bisa memastikan kasus ini berasal dari mana. Doanya ya kami juga dalam rangka menyiapkan vaksinasi. Kami juga agak berat dalam artian di satu sisi persiapan vaksinasi, tetapi di sisi lain banyak yang tumbang.”