Dampak PPKM, Stok Darah Menipis

Moh. Khodiq Duhri
SRAGEN—Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak pada penurunan minat warga untuk mendermakan darahnya kepada PMI Sragen.
Pada Jumat (15/1/2021) pagi, stok darah di PMI Sragen tersisa 69 kantong Golongan A, 31 kantong Golongan B, 15 kantong Golongan O dan 31 kantong Golongan AB. Akan tetapi, pada Jumat malam, stok darah golongan O sempat kosong sementara stok darah Golongan A dan B menipis. Atas dasar itu, PMI menggencarkan sosialisasi untuk mencari warga yang bersedia mendermakan darahnya.
Wakil Ketua PMI Sragen, Suwarno, mengatakan menipisnya stok darah tidak hanya terjadi di Sragen, tetapi juga semua kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hal itu, kata Suwarno, tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan PPKM dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

“Dengan kebijakan itu [PPKM], orang tidak bisa bebas bergerak. Semua PMI di kota/kabupaten di Jateng selalu laporan stok darah setiap hari. Kami saling koordinasi sehingga kadang kekurangan darah itu bisa diambilkan dari kabupaten/kota tetangga,” terang Suwarno kepada Koran Solo, Sabtu (16/1/2021).
Suwarno menjelaskan belum lama ini PMI Sragen kerap mengirimkan pasokan darah ke beberapa kabupaten/kota tetangga. Bila stok darah di PMI Sragen menipis, giliran kabupaten/kota tetangga itu yang mengirimkan darah. “Biasanya begitu stok darah diumumkan menipis, cukup banyak organisasi atau lembaga yang menggelar kegiatan donor darah. Hari ini ada kegiatan donor darah di MTA Gemolong. Nanti [Sabtu] sore dan malam juga ada. Kami beruntung punya banyak jaringan organisasi atau lembaga sehingga ketika stok darah menipis, mereka bisa diandalkan,” papar Suwarno.
Kepada para penderma darah, PMI Sragen sudah biasa mengingatkan bila mereka sudah saatnya untuk menyumbangkan darahnya dalam jangka waktu 2,5 bulan hingga 3 bulan. Upaya mengingatkan mereka biasa dilakukan melalui pesan pendek melalui WhatApps (WA). Sebagai bentuk perhatian kepada mereka, PMI biasa mengirimkan ucapan selamat ulang tahun. “Stok darah di PMI itu tidak menentu. Kadang menipis, kadang cepat ada lagi. Hubungan dengan penderma darah ini harus tetap dijaga dengan baik supaya saat stok darah menipis, mereka bisa diandalkan,” papar Suwarno.
Sementara itu anggota DPRD Jateng, Kadarwati, mengacungi jempol ke Pemkab Klaten yang gerak cepat menindaklanjuti instruksi Pemprov Jateng guna memberikan kelonggaran usaha ke pedagang kaki lima (PKL) di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Di sisi lain, Kadarwati mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 sebagai upaya mencegah persebaran virus corona.
Demikian penjelasan Kadarwati, saat ditemui wartawan di Ceper, Klaten, Sabtu (16/1/2021). Kadarwati berharap, langkah merevisi surat edaran (SE) menjadi upaya win-win solution guna mencegah persebaran Covid-19.
”Untuk menghadapi pandemi Covid-19 tidak mudah. Butuh memahami seluruhnya, termasuk karakter masyarakat dan geografisnya. Adanya revisi SE dari bupati Klaten itu sesuatu yang baik. Ada kelonggaran bagi pelaku usaha. Tapi, harus tetap menaati protokol kesehatan,” kata anggota DPRD Jateng asal Klaten tersebut.
Bupati Klaten, Sri Mulyani, telah meneken SE No. 360/027/32 tahun 2021, 15 Januari 2021. SE tersebut merevisi SE No. 360/016/32 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Klaten. Di antara pemberian kelonggaran bagi PKL itu tercantum di poin E nomor 7.
”Jam operasional kegiatan restoran dan sejenisnya, baik formal dan informal dibatasi maksimal sampai pukul 19.00 WIB dan setelah itu hanya dapat melayani kegiatan layanan pesan antar/dibawa pulang sampai pukul 21.00 WIB,” katanya.
Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten, hingga Jumat (15/1/2021) mencapai 3.748 kasus. Sebanyak 408 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 3.148 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 192 orang meninggal dunia. (Ponco Suseno)