Bansos Tunai untuk Bumil-Lansia

JAKARTA—Ibu hamil, anak usia dini sampai usia sekolah, penyandang disabilitas berat, hingga warga lanjut usia (lansia) yang tergolong masyarakat dari keluarga miskin bisa mendapat bantuan sosial (bansos) berbentuk tunai.

Bansos itu diberikan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dengan nominal Rp900.000 sampai Rp3 juta per tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari @KemensosRI dan situs resmi Kemensos, Sabtu (23/1/2021), ada syarat utama mem­peroleh bansos tunai itu ialah terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian, ada syarat-syarat lainnya untuk masing-masing kategori penerima.
Ibu hamil dalam keluarga yang terdaftar di PKH diberikan bansos tunai Rp3 juta per tahun yang disalurkan Rp750.000/3 bulan. Bantuan itu diberikan kepada ibu hamil maksimal dua kali kehamilan.
Kemudian, ibu hamil wajib memeriksa kehamilannya di fasilitas kesehatan (faskes) minimal empat kali selama kehamilan. Proses melahirkannya juga diwajibkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kemudian, ibu hal juga wajib memeriksa kesehatannya saat masa nifas sebanyak empat kali selama 42 hari setelah melahirkan.
Sama dengan ibu hamil, anak usia dini juga diberikan bantuan Rp3 juta/tahun yang disalurkan per tiga bulan. Syarat untuk mendapatkan bantuan itu yakni berusia 0- 6 tahun. Bansos ini diberikan maksimal kepada dua anak.
Pada bayi usia 0-11 bulan wajib diperiksa kesehatannya sebanyak tiga kali dalam satu bulan pertama. Lalu, bayi wajib mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran. Bayi wajib ditimbang berat dan diukur tinggi badannya setiap satu bulan. Bayi juga wajib diberikan suplemen vitamin A sebanyak satu kali pada usia 6-11 bulan. Terakhir, bayi wajib dipantau perkembangannya minimal dua kali dalam setahun.
Pada anak usia 1-5 tahun wajib diberikan imunisasi tambahan. Kemudian, wajib ditimbang berat badannya setiap bulan, dan diukur tinggi badan minimal dua kali dalam setahun. Anak usia 1-5 tahun juga wajib diberikan kapsul vitamin A sebanyak dua kali dalam setahun.
Pada anak usia 5-6 tahun wajib ditimbang berat dan diukur tinggi badannya minimal dua kali dalam setahun. Lalu, anak usia 5-6 tahun juga wajib dipantau perkembangannya minimal dua kali dalam setahun.
Anak Sekolah
Anak usia sekolah juga diberikan ban­sos tunai melalui PKH. Untuk anak SD, diberikan bantuan sebesar Rp900.000/tahun dan disalurkan sebesar Rp225.000/3 bulan.
Kemudian, anak SMP diberikan bantuan Rp1,5 juta/tahun yang disalurkan per tiga bulan sebesar Rp375.000. Untuk anak SMA, diberikan bantuan Rp2 juta per tahun yang disalurkan sebesar Rp500.000/3 bulan.
Syarat untuk anak SD, SMP, SMA yang termasuk dalam PKH ialah berusia 6-12 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar SD sampai SMA. Kemudian, anak itu juga wajib terdaftar di sekolah/pendidikan kesetaraan dan minimal 65% hadir di kelas setiap bulan.
Warga lansia dalam PKH juga diberikan bansos tunai, dengan besaran Rp2,4 juta per tahun, yang disalurkan senilai Rp600.000/3 bulan. Syarat untuk mendapatkannya ialah berusia 70 tahun ke atas. Bantuan itu diberikan kepada maksimal satu orang lansia di dalam satu keluarga.
Lansia tersebut juga wajib memeriksa kesehatannya. Kemudian, lansia tersebut juga wajib tercatat sebagai pengguna layanan Puskesmas Santun Lanjut Usia. Bagi lansia yang dirawat oleh layanan home care, maka pengurus atau perawat wajib memandikan, dan merawatnya. Sementara, bagi lansia yang dirawat oleh layanan day care, maka wajib mengikuti kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal seperti lari pagi, senam sehat, dan sebagainya minimal setahun sekali.
Sama dengan lansia, penyandang disabilitas berat dalam PKH juga mendapat bantuan Rp2,4 juta/tahun. Bantuan itu diberikan bagi penyandang disabilitas fisik atau mental, dengan maksimal satu orang dalam satu keluarga.
Pihak keluarga/pengurus penyandang disabilitas tersebut wajib melayani, merawat, dan memastikan pemeriksaan kesehatan baginya minimal setahun sekali (Detik)