Ekspor Gula Semut Terkendala Regulasi

KULONPROGO—Gula semut menjadi salah satu produk unggulan di Kabupaten Kulonprogo, dan kini mampu menembus pasar di luar negeri. Jumlah yang mampu diekspor bahkan bisa mencapai lebih dari 1000 ton.
Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan masih ada kendala regulasi yang dihadapi, sehingga ekspor belum bisa optimal. Dalam melakukan ekspor, produsen gula semut di Kulonprogo, masih tergantung pada pihak ketiga. Hal ini menyebabkan pendapatan produsen di tingkat bawah menjadi kurang baik.
”Agar bisa optimal, maka perlu didorong dari sisi birokrasi dan juga swasta yang terkait dengan ekspor gula semut,” ujar Fajar, di Kulonprogo, Jumat (19/2/2021).
Salah satu pembuat gula semut Kulonprogo, Sukarti, mengatakan gula semut cukup membantu perekonomian keluarga. Dalam sehari, sekitar 5 kg gula semut mampu diproduksi. Dia menambahkan di musim penghujan produksi gula semut kurang baik. Nira kelapa yang menjadi bahan utama kadang tercampur air.
”Iya di musim penghujan memang kendalanya kadang tercampur air,” papar dia.