Jalak Lawu Tuntun Pendaki

Sri Sumi Handayani
KARANGANYAR—Pamor burung jalak lawu penghuni Gunung Lawu ternyata juga moncer di kalangan legislatif Kabupaten Karanganyar.
Salah satu Wakil Ketua Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar, Tony Hatmoko, membagi cerita pertemuannya dengan salah satu satwa jenis anis gunung itu. Tony hobi naik gunung. Sama seperti pendaki lain, Tony mengaku pernah tersesat saat pendakian pada 2017.
Empat tahun lalu, Tony mendaki Gunung Lawu melalui jalur Candi Ceto.

Tony menyebut jalur pendakian itu menjadi favoritnya. Biasanya, Tony mendaki ditemani beberapa orang rekannya dan Gori, anjing milik warga.
”Itu 2017. Jadi 2017 itu kami memutuskan mendaki Gunung Lawu. Ya seperti biasa mendaki. Tetapi tidak hanya sampai puncak [Hargo Dalem]. Kami lanjutkan ke Hargo Purusa dan Hargo Tiling. Pendaki Gunung Lawu jarang sekali ke Hargo Purusa apalagi ke Hargo Tiling. Hampir enggak ada, bahkan pendaki ritual pun belum tentu ke situ,” kata Tony saat berbincang dengan Koran Solo, Sabtu (20/2/2021).
Tony menggambarkan medan yang harus dilalui pendaki dari Hargo Dalem ke Hargo Tiling. Perjalanan memakan waktu empat hingga lima jam. Jalur yang dilalui adalah Pasar Dieng yang akrab disebut Pasar Setan.
”Itu nerabas tengah-tengah Pasar Setan. Itu luassss banget. Maka wajar kalau orang tersesat di Pasar Setan. Isinya tumpukan bebatuan, luas, tidak ada jalur [jalan setapak]. Mitos yang didengar [tentang Pasar Setan] tidak mudah dibayangkan. Makanya orang jarang ke Hargo Purusa dan Hargo Tiling karena takut mitos [melewati Pasar Setan] dan takut tersesat,” tutur dia.
Singkat cerita, begitu lepas dari Pasar Setan, Tony berhasil mencapai Hargo Purusa. Seharusnya, dari Hargo Purusa ke Hargo Tiling dapat ditempuh selama dua jam perjalanan. Tiba-tiba kabut tebal turun. Tony bersama tiga rekannya memilih duduk sembari melepas penat. Dia beristirahat selama lima hingga sepuluh menit.
”Saat itu kondisinya juga bingung. Tidak ada jalan setapak. Kan jarang dijamah orang jalur itu. Mau lewat mana kan bingung. Isinya semak-semak jadi harus tebas semak-semak kalau jalan. Itu kan kami juga kali pertama mau ke Hargo Tiling. Tidak lama, kabut mulai hilang. Di depan saya sudah ada jalak gading [sebutan lain untuk jalak lawu],” tutur dia terkekeh.
Sebelumnya, seorang pendaku, Mohammad Soleh, 37, mengaku burung itu menuntun dia dan rekannya saat tersesat mendaki ke puncak Gunung Lawu pada Agustus 2020. Video yang dia bagikan melalui akun TikTok @mocha_doank itu viral di sejumlah media sosial.
”Subhanallah dituntun sama jalaknya, terima kasih. Tuh, kelihatan kami dituntun sama jalak penghuni Lawu. Subhanallah, terima kasih,” kata pendaki tersebut sambil terengah-engah dan tetap mendokumentasikan jalak itu.