Konsumsi Miras, Pemuda Ditangkap

ICHSAN KHOLIF RAHMAN
SOLO—Sebanyak tujuh anak muda yang terdiri atas empat lelaki dan tiga orang perempuan ditangkap Tim Sparta Polresta Solo saat pesta minuman keras (miras) jenis ciu di kawasan Timuran, Jl. Slamet Riyadi pada Sabtu (20/2/2021) malam. Para pemuda lantas dibawa ke Mapolresta Solo untuk diberi pengarahan dan pembinaan.
Kasat Sabhara Polresta Solo Kompol Sutoyo kepada wartawan Minggu (21/2/2021) mengatakan Tim Sparta memperoleh aduan dari masyarakat yang memberi informasi sejumlah pemuda tengah pesta miras. Sejumlah pemuda itu minum miras di salah satu angkringan kawasan itu.
“Saat kami periksa kami menemukan miras ciu sebanyak 2,5 liter dalam dua botol. Mereka lalu kami bawa ke Mapolresta Solo untuk kami bina,” papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak.
Ia menambahkan jajaran Polresta Solo tidak memberi ruang bagi penyakit masyarakat (pekat). Apalagi di tengah pandemi virus corona, masyarakat diminta menghindari kerumunan.
Ia menambahkan identitas pemuda itu yakni MD, 22, warga Gondang, Banjarsari, KB, 27, warga Gondang, Banjarsari, AP, 21, warga Kentingan, Banjarsari, RN, 27, warga Baturan, Colomadu. Kemudian tiga orang perempuan yakni AP, 23, warga Grogol, Sukoharjo, FF, 27, warga Bekasi, Jawa Barat, AR, 27, warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Ia menegaskan kepolisian terus melaksanakan program yakni Tiada Hari Tanpa Razia (THTR), razia knalpot brong, patroli skala besar, razia tempat hiburan malam, dan Solo Bebas Pekat. Melalui program itu diharapkan dapat menekan angka kejahatan yang mencapai 707 kasus pasa tahun ini meskipun jumlaj kejahatan telah menurun dibandingkan tahun lalu sebanyak 786 kasus.
Terpisah, 15 sepeda motor disita petugas Satlantas Polresta Solo saat melintas di depan Mako Satlantas Polresta Solo pada Sabtu (20/2/2021) pukul 23.30 WIB. Seluruh sepeda motor itu terpaksa disita karena menggunakan knalpot yang bersuara melewati ambang batas toleransi suara.
Kasatlantas Polresta Solo Kompol Afrian Satya Permadi kepada wartawan, Minggu mengatakan pihaknya melakukan operasi knalpot brong karena masih banyak keluhan masyarakat. “Petugas memeriksa sepeda motor yang melintas di depan Mako Satlantas. Sebanyak 15 sepeda motor kami tahan dan pemiliknya wajib mengganti dengan knalpot standar,” papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak.
Ia menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) No. 22/2009 Pasal 285 disebutkan setiap orang yang mengemudikan motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban didenda paling banyak Rp250 ribu atau kurungan 1 bulan.