Pemkot akan Merekrut 1.190 CPNS-PPPK

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kota Solo mengusulkan perekrutan 1.190 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Maret atau April mendatang.
Jumlah itu yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Solo kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan & RB). Namun, Solo belum mengetahui berapa yang disetujui oleh pemerintah pusat.
Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPPD Kota Solo, Lisino Soares, mengatakan usulan kebutuhan pegawai pada 2020 dan 2021 yang direkrut pada seleksi tahun ini mencapai 1.190 orang.
Penetapan formasi biasanya pada Maret atau April sebelum pengumuman seleksi dibuka.

Jumlah CPNS dan PPPK untuk Solo ada 846 orang, kemudian PPPK jalur khusus guru ada 344 orang. “Nah, kemungkinan yang pasti disetujui 344 PPPK jalur khusus guru karena bersumber dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [Kemendikbud] sebagai program mencetak sejuta PPPK guru. Sedangkan yang usulan 846, kami belum tahu pasti berapa yang disetujui,” kata dia saat dihubungi Koran Solo, Minggu (21/2/2021).
Lisino menyampaikan usulan formasi CPNS itu terdiri atas tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lain. Perekrutan bakal dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan mengingat tengah terjadi pandemi Covid-19. Seleksi jalan terus mengingat jumlah pegawai yang purna tugas setiap tahunnya mencapai ratusan orang. Apabila seleksi tidak dilakukan, pemerintah daerah bakal kekurangan pegawai.
“Syarat untuk PPPK berbeda dengan CPNS ya. PPPK bisa dilamar sampai usia 59 tahun karena maksimal usia guru 60 tahun. Kalau CPNS kan maksimal 35 tahun,” imbuh Lisino.
Pada perekrutan 2019 lalu, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilakukan secara normal lantaran berlangsung pada Januari. Kemudian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dilakukan menggunakan protokol kesehatan. Pada tahun ini, keduanya bakal menerapkan protokol kesehatan.
Calon pegawai yang dinyatakan lolos seleksi administrasi diizinkan mengikuti SKD di lokasi terdekat dari domisili untuk mengurangi mobilitas. Namun, lokasi tes yang diharapkan adalah Kantor BKN wilayah sehingga lebih terstruktur. “Mereka yang terpapar Covid-19 tapi lolos, juga diizinkan menunda tes sampai sembuh dulu,” bebernya.
Kepala BKPPD Solo, Nur Hariyani, mengonfirmasi rencana tersebut. Pihaknya belum mengetahui kepastian formasi yang disetujui. “Informasinya kan sudah ada, tapi kami belum menerima surat resminya,” kata dia, dihubungi terpisah.