Duo Daft Punk Bubar Setelah 28 Tahun

Industri musik kehilangan legenda di genre musik elektronik dan dance music: Daft Punk. Dilansir dari BBC dan Billboard, Selasa (23/2/2021), duo yang beranggotakan Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo ini memutuskan untuk bubar.
Keputusan pembubaran grup di balik hit Instant Crush dan Get Lucky ini diumumkan lewat sebuah video bertajuk Epilogue yang diunggah di kanal Youtube mereka.
Dalam video ini, kedua personel diperlihatkan berjalan ber­sama, sampai salah satunya memutuskan untuk membuka jaket berlogo Daft Punk, dan meminta rekannya untuk mengaktifkan pemicu di punggungnya.
Sosok berhelm robot yang telah melepas jaket tersebut berjalan menjauh, dan kemudian meledak. Sebuah tulisan tertera di layar 1993-2021, menandakan perjalanan karier grup ini selama 28 tahun.
Publisis Daft Punk membenarkan bahwa grup ini bubar. Daft Punk dibentuk di Paris, Prancis, pada 1993. Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter sendiri, adalah teman sekolah yang bertemu di sekolah Lycée Carnot.
Mereka kali pertama membentuk trio band rock bersama Laurent Brancowitz, dengan nama grup Darlin’. Sepanjang enam bulan pada 1992, mereka mengerjakan rekaman demo dan merilis sebuah album berisi empat lagu. Album ini ternyata dicemooh oleh kritikus musik Dave Jennings dari Melody Maker, yang menyebut musik mereka sebagai daft punky thrash alias sampah musik ala punk yang gila.
Darlin’ akhirnya bubar, sementara Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter membentuk Daft Punk. Musik mereka membelok ke arah disko – elektronik.
6 Grammy Awards
Sejak akhir dekade 2000-an nama Daft Punk kian melejit. Mereka kali pertama memenangi Grammy Awards pada 2009 lewat album Alive 2007 untuk Best Electronic/Dance Album dan Harder, Better, Faster, Stronger di kategori Best Dance Recording.
Sepanjang kariernya, mereka mengumpulkan 12 nominasi Grammy Awards dan membawa pulang enam piala paling bergengsi di industri musik ini. (Liputan6.com)