PROSES PEMBEBASAN LAHAN TOL JOGJA SOLO BERLANJUT Ganti Rugi Capai Rp1,1 Triliun

ABDUL HAMID RAZAK
SLEMAN—Dana pengganti kerugian yang disalurkan kepada warga terdampak proyek jalan tol Jogja-Solo, baik di wilayah DIY maupun Jawa Tengah mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Selasa (23/02/2021), ganti kerugian bagi 136 pemilik bidang di Temanggal 2 kembali disalurkan.
Anggota staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi mengatakan total dana ganti kerugian yang sudah disalurkan baik di wilayah DIY maupun Jawa Tengah sebesar Rp983,1 miliar. Sebanyak Rp692 miliar disalurkan di wilayah Jawa Tengah dan Rp291,1 miliar disalurkan di DIY.
Luas lahan yang sudah dibebaskan sebanyak 740.095 meter persegi dengan rincian sebanyak 630.131 meter persegi di wilayah Jawa Tengah dan 109.964 meter persegi yang dibebaskan di wilayah DIY, baik di Temanggal 2 maupun Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan. ”Total jumlah bidang yang sudah dibebaskan sebanyak 604 bidang di Jateng dan 234 bidang di DIY,” katanya.
Dia mengatakan, proses pembayaran ganti kerugian untuk ruas Jalan Tol Jogja-Solo terus dilanjutkan. Kali ini, lanjut Galih, Satker melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kembali menyalurkan dana ganti kerugian bagi 136 pemilik bidang di Temanggal 2. Sebanyak 112 bidang berasal dari 125 bidang yang diajukan oleh Satker pada pekan lalu, dan 24 bidang merupakan limpahan dari pengajuan pada tahap pertama.
”Penyaluran dana ganti kerugian dilakukan pada Rabu [24/2/2021] dan Kamis [25/2/2021] dengan total dana yang disalurkan Rp182,98 miliar. Kami lakukan dua hari untuk mematuhi protokol kesehatan, menghindari adanya penumpukan dan memecah konsentrasi massa,” katanya.
Dengan tambahan dana yang disalurkan tersebut (Rp983,1 miliar plus Rp182,98 miliar), maka total penyaluran dana ganti kerugian kepada warga terdampak sudah mencapai Rp1,16 triliun. ”Untuk 11 bidang lainnya di Kadirojo 2, masih menunggu penjadwalan dari BPN,” katanya.
Disinggung soal kelanjutan proses penilaian lahan terdampak oleh tim appraisal untuk dusun-dusun lainnya, Galih mengatakan jika Satker menjadwalkan kelanjutan tahapan tersebut pada Maret mendatang. Kelanjutan proses penilaian akan dilakukan di tiga dusun sekaligus. Mulai dari Dusun Kadirojo 1, Temanggal 1 dan Cupuwatu 2, Purwomartani. ”Kami rencanakan tahapan penilaian selanjutnya dilakukan pada Maret mendatang. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” kata Galih.
Sekretaris Pengadaan Lahan Jalan Tol Kanwil BPN DIY, Syamsul Bahri mengatakan seluruh proses pembayaran ganti kerugian lahan untuk jalan tol ditentukan oleh LMAN. Jika berkas yang diajukan lolos validasi oleh LMAN, maka proses pembayarannya bisa segera dilakukan. Dia mencontohkan, pada tahap pertama dari 50 bidang yang diajukan hanya 25 bidang yang lolos validasi LMAN sementara 25 bidang saat itu belum menerima pembayaran.
”Waktu itu ada perbedaan luas antara di sertifikat dengan hasil ukur lahan. Satgas sudah perbedaan luas dengan melengkapi berita acara, sudah diserahkan kembali ke LMAN dan saat ini sudah tidak ada kendala lagi,” katanya.
Menurut Syamsul, dari 294 bidang terdampak hanya beberapa bidang saja yang masih mengalami kendala. Satu bidang terkendala sengketa antar ahli waris dan saat ini memunggu putusan pengadilan. Dua bidang juga menunggu putusan pengadilan karena pemiliknya mengajukan keberatan. ”Kami tentu menunggu putusan pengadilan sebelum diajukan ke LMAN. Terakhir kami akan menggunakan mekanisme konsinyasi di mana penyelesaian ganti rugi melalui pengadilan,” katanya. (Harian Jogja/JIBI)