Demam Korea Berdampak ke Ekonomi RI

JAKARTA—Geliat budaya Korea Selatan semakin berkembang di Indonesia. Masyarakat banyak yang gemar menonton drama Korea (drakor), Korean Pop (K-Pop), hing­ga meniru gaya berbusana Negeri Gingseng tersebut.
Meskipun demikian, siapa sang­­ka kalau drakor dan K-Pop juga turut berdampak bagi per­ekonomian Indonesia. Bahkan, K-Pop disebut menjadi salah satu penyebab hubungan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan semakin baik. Ini bisa terlihat lewat penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada Desember 2020 lalu.
Tak hanya itu, gelombang K-Pop juga mampu berefek bagi daya beli masyarakat Indonesia, khususnya e-commerce yang menggaet pada idola K-Pop. Salah satunya yang terjadi pada Tokopedia.
Head of Brand and Social Me­dia Tokopedia, Raditya Beer me­ngatakan keterlibatan K-Pop dalam program Tokopedia membuat adanya peningkatan pada penjualan produk khas Korea.
”Kehadiran Tokopedia Nyam dan sederet inisiatif lainnya telah mendorong kenaikan transaksi pada kategori produk Korea. Dari kategori F&B, tteokbokki dan ja­jangmyeon menjadi makanan khas Korea yang paling diburu. Bahkan di saat pandemi, Tokopedia mencatat penjualan makanan khas Korea tersebut meningkat enam kali lipat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/2/2021).
”Selain itu official merchandise Kpop, skincare dan make up Korea juga menjadi produk-produk yang sangat diminati masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Raditya juga mengatakan ha­dirnya K-Pop juga berdampak terhadap program Tokopedia hingga menjadi perbincangan publik. Pasalnya, hingga saat ini K-Pop masih mempunyai daya tarik yang tinggi, khususnya di media sosial.
”Demam K-Pop di Indonesia juga sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Survei menunjukkan saat ini bintang K-Pop memiliki pasar yang besar dan trafik yang tinggi. Keterlibatan BTS dan Blackpink di WIB Tokopedia membuat acara ini sangat ramai diperbincangkan di media sosial hingga menempati peringkat pertama trending topik, baik di Indonesia maupun worldwide,” ungkapnya.
Lebih lanjut Raditya menyampai­kan WIB merupakan program Tokopedia untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan harian. Ia juga berharap WIB dapat menjadi upaya bagi pemulihan ekonomi nasional.
”WIB merupakan salah satu wujud komitmen Tokopedia un­tuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih menarik dan efisien. Harapannya, inisiatif berkelanjutan ini juga dapat turut berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak pandemi terutama UMKM lokal,” katanya.
Raditya berharap ke depan ke­terlibatan K-Pop dalam pro­gram-program Tokopedia dapat terus memberikan hal positif ba­gi masyarakat Indonesia
”Kami berharap kolaborasi antara Tokopedia dengan BTS dan Black­pink dapat mendorong masyara­kat Indonesia untuk terus menciptakan peluang tidak terkecuali di tengah pandemi,” pungkasnya. (Detik)