Kasus RSUD Karanganyar, Polisi Panggil Pelapor

Sri Sumi Handayani
KARANGANYAR—Polres Karanganyar akan memanggil warga Nglano, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Putri Maelan Suci Rohmadani, terkait pelaporan dugaan membuat surat palsu oleh manajemen RSUD Karanganyar.
Putri melalui penasihat hukumnya, Asri Purwanti, melaporkan RSUD Karanganyar ke Polres Karanganyar pada Jumat (26/2/2021). Dia melaporkan dugaan pembuatan surat palsu.
Ayah Putri, Suyadi Hadi Pranoto, dinyatakan meninggal pada 22 Oktober 2020 saat menjalani perawatan di RSUD Karanganyar. Selang beberapa waktu setelah Suyadi meninggal, pihak keluarga menemukan kejanggalan saat membaca berkas penanganan pihak rumah sakit terhadap Suyadi.
Mereka mempersoalkan tanggal pengambilan spesimen terhadap Suyadi. Dalam surat tersebut, spesimen diambil pada tanggal 23 Oktober 2020 atau selang sehari sesudah Suyadi dimakamkan.
Kala itu, Suyadi harus melewati prosedur penanganan Covid-19, salah satunya melaksanakan swab PCR Covid-19. Sebelum prosedur itu dilakukan, Suyadi meninggal. Pemakaman Suyadi dilaksanakan menerapkan protokol kesehatan. Hasil swab PCR Covid-19 keluar pad 24 Oktober 2020 dan menyatakan Suyadi negatif Covid-19.
Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap saksi pelapor.
”Saat ini tahap penyelidikan. Pekan ini kami panggil saksi korban untuk melengkapi berkas administrasi penyelidikan,” tutur dia saat berbincang dengan wartawan Selasa (2/3/2021).
Tegar akan memanggil pihak RSUD Karanganyar setelah pemanggilan terhadap saksi pelapor. Dia juga menyampaikan tentang kemungkinan melaksanakan mediasi terhadap kedua belah pihak. Menurutnya hal itu di luar wewenang polisi.
”Soal itu [mediasi], di luar tupoksi kami. Setelah laporan kami terima, kami melakukan penyelidikan. Mulai dari kronologi kejadian, dokumen, apakah bisa masuk pidana,” ungkapnya.