Rel Layang Palang Joglo Gusur 400-an Hunian

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Proyek pembangunan rel layang atau elevated rail di Simpang Joglo bakal berdampak pada 400-an hunian di sepanjang jalur rel kereta api mulai dari Stasiun Balapan hingga seterusnya.

Ratusan hunian tersebut diprediksi bakal digusur guna mendukung pembangunan. Sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih terus memetakan lahan maupun hunian terdampak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, menyebut luas lahan terdampak didasarkan pada perhitungan dari Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah dan Yogyakarta yakni sekitar 15.000-an meter persegi.
Namun ia tidak menyebut detail lokasi lahan maupun hunian itu, lantaran datanya ada pada Bagian Pemerintahan Setda Solo.
“Selain lahan terdampak, kami juga membahas sejumlah persoalan terkait pembangunan rel layang, di antaranya manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL),” kata dia, kepada wartawan seusai rapat koordinasi pembangunan rel layang Joglo di Balai Manganti Praja, Rabu (3/3/2021).
Ia menyebut pemicu kemacetan di Simpang Joglo tak hanya perlintasan sebidang tapi juga persimpangan atau lingkaran jalan. Dalam dua jam, kendaraan yang melalui lintasan itu mencapai 9.000 unit sehingga saat kereta melintas butuh waktu 20-30 menit untuk mengurai kemacetan.
Selain tumpukan kendaraan, kemacetan terkadang juga disebabkan manuver kendaraan besar dan panjang. “Sehingga APILL (alat pengatur isyarat lalu-lintas) harus terkoordinasi. MRLL akan kami lakukan dengan PT KAI,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Kabag Pemerintahan Umum Setda Hendro Pramono, mengaku, masih memastikan jumlah hunian maupun lahan terdampak pembangunan rel layang tersebut. Pihaknya segera berkoordinasi dengan kewilayahan mengingat merekalah yang bertugas sosialisasi kepada masyarakat.
Berdasarkan data sementara, sekurangnya ada 400-an hunian yang terdampak. Mayoritas hunian berada di lahan PT KAI dan sebagian sisanya merupakan hak milik. Lokasi lahan dan bangunan terdampak berada di wilayah Kelurahan Joglo, Banjarsari, Gilingan dan Nusukan.
“Lokasinya ada di sepanjang rel dari Stasiun Balapan ke arah Simpang Joglo,” kata dia.
Beberapa bangunan yang bisa terdampak proyek tersebut di antaranya sebanyak 66 petak di Nusukan, di Banjarsari sebanyak empat bangunan dan di Gilingan terdapat satu bangunan.
“Kemudian ada 296 bangunan dan masih ditambah 40-an bangunan yang ada di kawasan pasar di Banjarsari. Sehingga ada 400an kurang-lebihnya,” jelasnya.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku masih berkoordinasi dengan camat dan lurah terkait hunian maupun lahan yang terdampak.
“Itu sudah saya koordinasikan dengan camat dan lurah. Nanti saya kabari lagi. Yang jelas kami ingin dipercepat, Juli 2021 sudah mulai dibangun,” tandasnya.