Gubernur: Kasus Turun, Tetap Patuhi Prokes!

Mariyana Ricky P.D.
SOLO—Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan masyarakat mempertahankan protokol kesehatan kendati tren kasus konfirmasi positif Covid-19 mulai menurun.
Hal itu dikarenakan varian baru virus Corona B117UK yang kali pertama ditemukan di Inggris sudah ditemukan di wilayah Indonesia. Berdasarkan penelitian sementara, varian baru itu lebih cepat menular.
Karena penelitian masih berlangsung, antisipasi yang bisa dilakukan guna pencegahan penularanya adalah penerapan protokol kesehatan. Di samping itu, ia mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membentuk tim guna melacak potensi penularan dan mengisolasi penderitanya agar tak menyebar.
“Kami harapkan pemerintah segera turun tangan, dicari, isolasi, dan lakukan secepatnya. Insya Allah, kita bisa lah nanti tim ahlinya meneliti, melihat agar kita bisa segera mengantisipasi,” kata dia kepada wartawan di Solo, Kamis (4/3/2021).
Ganjar juga meminta agar pintu masuk menuju Indonesia lebih diperketat mengingat mutasi virus itu berasal dari luar negeri. Pelacakan masif juga mesti dilakukan agar virus tak menyebar. Masyarakat diimbau berhati-hati dan tidak lengah kendati sebagian sudah menerima vaksin Covid-19.
“Kenapa sudah divaksin kita minta untuk tetap menjaga prokes. Itu penting untuk mengantisipasi minimal dari kita sendiri,” jelasnya.

Antisipasi di pintu masuk, salah satunya dengan menguji swab pendatang dari luar negeri, termasuk migran. Pemerintah wajib memastikan mereka tidak terinfeksi virus sebelum bertemu dengan keluarganya, salah satunya lewat karantina.
“Kalau penutupan bandara, belum. Minimal yang dari luar negeri kita lakukan tindakan yang cukup ketat untuk bisa masuk ke indonesia,” kata dia.
Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani menyebut sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi virus corona jenis baru itu sudah masuk Solo, maupun Jawa Tengah. Ia meminta masyarakat memperketat protokol kesehatan sembari menunggu pendataan vaksin.
“Vaksinasi belum sampai ke masyarakat umum. Karena itu, satu-satunya pencegahan dengan protokol kesehatan,” kata dia.
Kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di belasan rumah sakit (RS) di Kota Bengawan mendekati longgar. Rujukan pasien dari luar daerah mengalami penurunan seiring temuan kasus yang semakin berkurang.
Dari 819 bed isolasi, tak sampai separuhnya yang digunakan atau hanya di angka 300an. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan via telepon belasan RS tersebut lantas mengajukan alihfungsi bed isolasi.