Lagi, Hajatan Warga Grogol Dibubarkan Satgas Covid-19

Indah Septiyaning Wardani
SUKOHARJO—Satgas Covid-19 Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo kembali membubarkan hajatan yang digelar warga di Dukuh Pangkalan, Desa Telukan pada Sabtu (6/3/2021).
Hajatan lagi-lagi dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan (Prokes). Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Grogol Bagas Windaryatno menerima laporan adanya hajatan yang digelar warga di Pangkalan, Telukan dengan jumlah tamu undangan melebihi 400 orang.

Selain itu penyelenggara hajatan juga menyediakan kursi tamu dan menggelar acara dangdutan.
Selanjutnya tim gabungan Satgas Covid-19 Kecamatan Grogol bersama Satpol PP Sukoharjo mendatangi lokasi. Di lokasi petugas menemukan pelanggaran protokol kesehatan di antaranya tamu undangan lebih dari 400 orang, menyediakan kursi, hidangan di tempat dan acara campur sari atau dangdutan.
”Kami meminta dengan hormat kepada warga yang menggelar hajatan untuk membubarkan acara. Karena, acara hajatan yang digelar sudah melanggar protokol kesehatan,” kata Bagas kepada Koran Solo.
Selanjutnya, Bagas mengatakan petugas mengambil kursi dan mematikan sound system. Petugas juga memberikan pemahaman kepada warga penyelenggara hajatan terkait aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Selain itu kebijakan Pemkab Sukoharjo terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19. Dalam kebijakannya penyelenggaraan hajatan dibatasi tamu undangan maksimal 30 orang. Penyelenggara juga tidak menyediakan kursi dan hidangan di tempat.
”Tamu undangan datang banyu mili sifatnya maksimal 30 orang, lalu tidak ada kursi dan makan ditempat. Tamu undangan datang memberikan selamat dan makanan dibawa pulang,” katanya.
Meski berulang kali disosialisasikan terkait aturan penyelenggaraan hajatan, namun masih banyak warga yang melanggar. Dalam dua pekan terakhir setidaknya ada tujuh penyelenggaraan hajatan di wilayah Grogol yang dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan. Bagas pun mengingatkan kepada warga untuk mematuhi aturan dalam penyelenggaraan hajatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan kasus corona di Kecamatan Grogol.
”Jangan nekat menggelar hajatan yang melanggar protokol kesehatan. Petugas akan langsung membubarkannya,” kata dia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melanjutkan vaksinasi Covid-19 tahap II dengan menyasar tokoh agama dan aparatur sipil negara (ASN). Vaksinasi untuk 4.017 orang ini digelar selama dua hari di Pendapi Gede Balaikota Solo, Sabtu-Minggu (6-7/3/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan vaksinasi Covid-19 merupakan lanjutan yang masuk tahap II dengan menyasar tokoh agama dan ASN di lingkup Pemkot Solo.
“Total ada 4.017 orang yang divaksin dan akan kami selesaikan dalam dua hari. Sehari kami bagi menjadi dua sif, pagi dan sore, dengan masing-masing sekitar 1.000 orang,” ujar dia, saat ditemui wartawan, Sabtu (6/3/2021).
Wahyuningsih menambahkan dari jumlah sebanyak itu 350 orang di antaranya merupakan tokoh agama dan lainnya adalah ASN di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh sejumlah puskesmas di Solo.
Di sisi lain, Dinkes juga tengah merampungkan vaksinasi bagi pedagang di Pasar Legi. Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan vaksinasi pedagang di Pasar Gede, Pasar Harjodaksino, Pasar Depok, dan Pasar Klewer. Untuk pasar tradisional lainnya, kata dia, menunggu jadwal sembari kembali menghitung ketersediaan vaksin.
“Kami belum ada up date pasar mana lagi yang hendak divaksin. Saya harus berhitung dulu jumlah vaksin yang tersedia. Pasar itu kami sudah beri waktu, tolong kerja samanya, di awal sepi giliran mendekati tutup malah penuh. Seharusnya kita bersyukur karena dapat giliran duluan untuk vaksinasi,” papar dia.
Pemkot saat ini terus berupaya untuk mendatangkan vaksin sambil merampungkan vaksinasi tahap II. Pada tahap II ini Solo memperoleh 70.000 dosis vaksin Sinovac. Dinkes mesti berhitung cermat mengingat satu orang harus mendapatkan dua dosis vaksin. Jatah tersebut wajib dipastikan ketersediaannya.
Salah satu tokoh agama dari Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Solo, Tri Widodo, mengaku sempat merasa deg-degan saat antre vaksinasi. Meskipun begitu, ia lega akhirnya telah divaksin Covid-19.
“Paling makan bergizi. Awalnya enggak khawatir, cuma deg-degan saat antre. Cuma tensi saya biasanya 160, tadi saat diperiksa 174. Tapi, ini enggak kenapa-kenapa,” kata dia.
Hal serupa dipaparkan ASN Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Solo, Icha. Ia mengaku tidak ada persiapkan khusus untuk vaksinasi. “Rasanya di bagian suntik tadi nyut-nyutan, tapi ini enggak apa-apa. Ya, deg-degan. Tensi saya emang biasanya rendah, jadi tidak masalah,” jelas dia. (Farida T.)