Kejar Ekspor Rp860 T ke AS

Jakarta—Hubungan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) cukup besar, dengan nilai total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai US$27,2 miliar atau sekitar Rp392 triliun (kurs Rp14.415).

Terlebih lagi, Indonesia kerap kali mengalami surplus. Dari total perdagangan 2020, Indonesia surplus sebesar US$10,04 miliar atau sekitar Rp144 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah akan memperkuat hubungan dagang dengan AS. Pada tahun 2024 saja, pihaknya menargetkan ekspor ke AS dapat menembus US$60 miliar atau sekitar Rp864 triliun.
”Hubungan kedua negara perlu terus diperkuat dan ditingkatkan sehingga potensi perdagangan dapat terus tumbuh dan investasi AS di Indonesia dapat semakin meningkat,” ujar Lutfi yang sedang melakukan kunjungan kerja ke AS seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kemendag, Sabtu (27/3/2021).
Adapun produk-produk yang menyumbang pertumbuhan positif perdagangan kedua negara ialah elektronik, hasil laut, furnitur, perhiasan, dan produk kimia. AS juga merupakan 10 besar investor Indonesia. Nilai investasi AS ke Indonesia pada 2020 tercatat mencapai US$480,1 juta atau sekitar Rp6,92 triliun.
Dalam kunjungan kerjanya, Lutfi juga menemui United States Trade Representative (USTR) yang baru dilantik, yakni Katherine Tai. Keduanya membahas upaya memperkuat hubungan dagang Indonesia-AS dan mendorong pemulihan ekonomi kedua negara melalui perdagangan.
Ia mengatakan kerja sama memang perlu diperkuat untuk menumbuhkan perdagangan yang berkesinambungan, terbuka, dan adil; serta mendorong peningkatan investasi AS ke Indonesia.
”Kami membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama perdagangan, baik di tingkat bilateral, regional, hingga multilateral untuk mendorong pemulihan ekonomi kedua negara pasca-Covid-19. Kami pun sepakat akan terus meningkatkan kerja sama Indonesia-AS yang lebih erat di berbagai bidang dengan semangat dan perspektif baru,” tandas dia. (Detik)