557 Tewas Sejak Kudeta Myanmar

Koran Solo 5 April 2021
R Bambang Aris Sasangka
KUALA LUMPUR—Setidaknya 557 orang meninggal dunia akibat aksi pembersihan oleh aparat keamanan Myanmar terhadap para aktivis dan peserta unjuk rasa penentang kudeta militer dan rezim militer sejak terjadinya kudeta 1 Februari lalu.
Dalam laporan yang dipublikasikan pada Sabtu (3/4/2021), organisasi Assistance Association for Political Prisoners juga menyatakan 2.658 orang saat ini ditahan sementara sebanyak 235 orang lainnya berstatus buronan dengan surat perintah penahanan. rrants.
Aksi unjuk rasa terjadi hampir setiap hari di berbagai wilayah di Myanmar selama dua bulan terakhir untuk mengecam rezim militer yang menggulingkan pemerintahan sipil. Pengunjuk rasa juga juga menuntut pembebasan tokoh gerakan prodemokrasi yang juga menjabat sebagai Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi, yang secara de facto adalah pemimpin sipil pemerintahan tertinggi. Selain Suu Kyi, dalam kudeta yang terjadi rezim militer juga menangkapi para tokoh Partai National League for Democracy yang memenangi pemilu pada November 2020 lalu. Militer yang melakukan kudeta berdalih mereka melakukan hal itu demi menyelamatkan negara lantaran pemilu yang digelar dinilai penuh rekayasa.
Dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di mana-mana, pasukan keamanan bertindak brutal dengan menembaki para pengunjuk rasa dengan peluru tajam, memukuli, menangkapi, dan melakukan razia malam hari dari rumah ke rumah.
Dalam aksi unjuk rasa besar di kota utama Yangon, Minggu, para pengunjuk rasa melakukan Aksi Demo Telur Paskah. Seraya berpawai di jalanan mereka meneriakkan yel-yel serta membagikan telur yang ditulisi aneka pesan protes. (Anadolu Agency/JIBI)