Bukit Gersang Kini Jadi Hijau

Koran Solo 4 April 2021
Mbah Sadiman, 69, bekerja tanpa henti menanam pohon di sebuah perbukitan di Wonogiri, Jawa Tengah. Aksi “gilanya” itu dilakukan sejak 25 tahun terakhir.
”Saya berpikir, jika tidak menanam pohon beringin, daerah ini akan menjadi kering. Menurut pengalaman saya, pohon beringin dan pohon ficus bisa menyimpan banyak air,” kata Sadiman, yang kerap kali mengenakan topi khasnya dan baju safari.
Akar panjang dari sekitar 11.000 pohon beringin dan ficus yang ditanam Sadiman di lahan seluas dari 250 hektare, mampu membantu menampung air tanah dan mencegah erosi.
Berkat usahanya, sejumlah mata air muncul di area yang tandus dan gersang. Meski dahulu hanya sedikit yang mengapresiasi usaha Sadiman, kini air sudah mengaliri rumah-rumah warga desa dan lahan pertanian setempat.
”Orang-orang mengejek saya karena membawa bibit pohon beringin ke desa, mereka merasa tidak nyaman karena yakin ada makhluk halus di pohon itu,” ucap Sadiman, dilansir Detik, Sabtu (3/4/2021).
Salah seorang warga desa, Warto mengungkapkan ada beberapa orang yang mengira Sadiman gila karena menukar kambing dengan bibit pohon beringin. ”Dulu masyarakat bilang dia orang gila, punya kambing ditukar bibit beringin, tetapi hasilnya sekarang [warga] mendapatkan air buat mencukupi beberapa desa,” kata Warto.
Sadiman juga mendanai usahanya melalui pembibitan tanaman seperti cengkeh dan nangka yang bisa dia jual atau barter.
Kalpataru
kurangnya curah hujan di daerah tempat Sadiman menanam pohon menjadi kendala bagi petani untuk panen, tetapi sekarang, sumber air yang melimpah membuat petani bisa panen dua atau tiga kali dalam setahun. ”Saya berharap masyarakat di sini bisa hidup sejahtera dan hidup bahagia. Dan jangan membakar hutan terus menerus,” tambah Sadiman.
Catatan Espos, pada 2016 Kabupaten Wonogiri meraih penghargaan Adipura Buana dan dinilai menjadi daerah yang layak huni. Selain penghargaan Adipura Buana, ada salah satu warga Geneng, Bulukerto, Sadiman, yang mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden.
Seperti diketahui sebelumnya Sadiman pernah meraih berbagai penghargaan sebagai tokoh lingkungan hidup. Sadiman dikenal sebagai sosok yang gigih dalam melestarikan lingkungan di hutan sekitar rumahnya sejak 20 tahun terakhir. Sadiman memiliki kegiatan menanam pohon beringin dan jenis pohon lain di hutan. Setiap harinya dia keluar masuk hutan untuk merumput serta merawat dan menanam pohon.
Saat ditemui belum lama ini di rumahnya, Sadiman mengaku apa yang dilakukannya adalah untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Sadiman menanami bukit Gendol dan sekitarnya yang gundul akibat kebakaran dan penebangan liar. Kondisi tersebut menjadikan banyak mata air menjadi mati.
Sejak ditanami pohon, banyak mata air bermunculan sehingga dapat dimanfaatkan warga. Dia berharap ke depan tidak ada lagi penebangan hutan dan kebakaran rutan. Dia mendorong agar semua pihak mulai sadar untuk memulihkan hutan demi keselamatan bumi dan anak cucu. (Detik/Solopos.com)