Merawat Toleransi di 4 Desa Damai

Koran Solo 4 April 2021
Bony Eko Wicaksono
SUKOHARJO–Empat desa di wilayah Kecamatan Mojolaban menjadi pelopor desa damai yang melibatkan elemen masyarakat untuk merawat keberagaman dan toleransi. Keempat desa tersebut yakni Laban, Bekonang, Wirun dan Palur.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Imparsial bersama pemerintah Kecamatan Mojolaban, tokoh agama, tokoh masyarakat menggelar deklarasi desa damai di Balai Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sabtu (3/4/2021). Acara itu disokong tiga kelompok kerja (pokja) penggerak toleransi dan perdamaian di wilayah Mojolaban yakni Waskito, Purwakanthi, dan Pelita. Acara deklarasi desa damai itu mengusung tema Mengangkat Kearifan Lokal, Merawat Keberagaman.
Direktur Imparsial, Gufron Mabruri, mengatakan Indonesia merupakan negara pluralistik dengan beraneka ragam agama, budaya, etnis, dan suku. Kemajemukan dan keberagaman agama, budaya, adat istiadat harus dijaga dan dirawat dengan memenuhi tiga aspek yakni mengakui, menghargai dan bekerja sama. “Pokja penggerak toleransi dan perdamaian berfungsi menjadi fasilitator dan dinamisator untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sehingga bisa bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat semangat toleransi, perdamaian serta kerukunan,” kata dia, Sabtu.
Gufron menyebut kerukunan umat beragama bisa diciptakan dari keterbukaan dan saling menghormari. Sikap saling menerima dan menghargai merupakan bagian dari hidup bertoleran. Hidup rukun beragama menciptakan kondisi sosial masyarakat tanpa mengurangi hak dasar untuk melaksanakan kewajiban dalam menjalankan agamanya masing-masing.
Empat desa di wilayah Mojolaban memiliki potensi untuk meningkatkan semangat toleransi, perdamaian, serta kerukunan. “Isu keberagaman, toleransi dan kerukunan antarumat beragama bisa dilakukan melalui kreativitas seni dan budaya. Saya berharap virus tolerasi dan perdamaian menular ke desa-desa lain di wilayah Sukoharjo,” ujar dia.
Camat Mojolaban, Iwan Setiyono, mengatakan pemerintah mendukung beragam upaya dan kegiatan demi mewujudkan toleransi dan kerukunan umat beragama. Dia mengapresiasi kegiatan deklarasi desa damai yang menjadi pelopor toleransi dan kerukunan umat beragama di wilayah Mojolaban.
Iwan berharap elemen masyarakat bergandengan tangan untuk menjaga perdamaian dan toleransi umat beragama. “Kami sangat mendukung kegiatan positif yang bertujuan membangun nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama. Ini komitmen untuk hidup rukun dan mencegah perpecahan di kalangan masyarakat,” ujar dia.
Seorang perwakilan Pokja Purwakanthi, Hana, mengungkapkan berkomitmen menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama. Purwakanthi merupakan wadah bagi perempuan penggerak toleransi dan keberagaman di wilayah Mojolaban. Anggota Purwakanthi kerap melakukan aksi sosial yang melibatkan masyarakat lintas iman pada masa pandemi Covid-19.