Minim Laporan Kasus, Wewenang 3 Polsek Dicabut

Koran Solo 5 April 2021
TRI RAHAYU
SRAGEN—Tiga polsek di wilayah hukum Polres Sragen tidak memiliki wewenang untuk penyidikan kasus pidana.Pasalnya,laporankasu di tiga polsek itukurang dari 10 kasus per tahun. Pencabutan wewenang menyidik itu mengacu Surat Kapolri No. B/092/II/REN. 1.3/2021 tertanggal 17 Februari 2021. Ketiga Polsek tersebut terdiri atas Polsek Jenar, Polsek Tangen, dan Polsek Sragen Kota.
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat dihubungi Koran Solo, Minggu (4/4/2021), membenarkan adanya tiga Polsek di wilayah Polres Sragen yang tidak memiliki wewenang untuk penyidikan kasus pidana. Bila ada kasus pidana maka penyidikan langsung dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen. “Tiga Polsek itu tidak memiliki wewenang penyidikan karena hasil evaluasi penanganan perkara [pidana] pada setiap tahunnya kurang dari 10 kasus,” ujar Kapolres lewat pesan singkat di Whatsapp.
Polsek Sragen Kota yang jaraknya paling dekat dengan Polres Sragen pun terkena imbas karena masuk dalam daftar Polsek yang tidak mendapatkan wewenang penyidikan. Kapolsek Sragen Kota AKP Mashadi akan meminta petunjuk kepada Kapolres terkait dengan implementasi atas kebijakan Polri tersebut. Dia menjelaskan awalnya hanya dua Polsek yang diusulkan, yakni Polsek Tangen dan Jenar tetapi saat Surat Kapolri keluar ternyata ada tiga Polsek, termasuk Polsek Sragen Kota. “Sampai sekarang kami belum mendapat petunjuk dari pimpinan di Polres. Untuk langkah selanjutnya menunggu petunjuk pimpinan,” ujarnya.
Mashadi menerangkan dasar atas kebijakan itu salah satunya memang dalam satu tahun laporan polisi yang masuk kurang dari 10 perkara. Dia menanyakan kalau Polsek Sragen Kota apa kemungkinan berkaitan dengan jarak tempuh ke Polres yang paling dekat karena masih dalam lingkup satu kecamatan? “Selama ini perkara pidana yang ditangani Polsek Sragen Kota mencapai 40 laporan polisi per tahun,” katanya.
Kapolsek Tangen AKP Zaini membenarkan Polsek Tangen tak mendapat wewenang penyidikan. Dia mengungkapkan selama 2020, Polsek Tangen hanya ada empat laporan polisi, yakni orang jatuh dari pohon meninggal dunia, orang bunuh diri, tersetrum, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Secara umum wilayah Tangen, menurut dia, kondusif.
Demikian pula dengan wilayah Jenar juga terhitung kondusif. Kapolsek Jenar Iptu Suparjono menambahkan selama 2020 di Polsek Jenar hanya ada delapan kasus, yakni empat perkara pidana dan sudah tuntas serta empat perkara nonpidana. “Sesuai arahan pimpinan dan kebijakan pimpinan harus begitu maka kami mengikuti saja,” ujarnya.