Kejagung Sita Hotel Brothers Solo Baru

BONY EKO WICAKSONO

SUKOHARJO—Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita Hotel Brothers di kawasan Solo Baru terkait kasus tindak pidana korupsi PT Asabri senilai Rp23,7 triliun pada Kamis (1/2/2021). Hotel bintang tiga itu masih beroperasi dan tetap melayani tamu yang menginap.
Pantauan Koran Solo, Senin (5/4/2021), sejumlah mobil milik tamu terparkir di halaman hotel. Sejumlah karyawan hotel berpakaian biru hilir mudik di lobi hotel. Karyawan bagian resepsionis sibuk melayani tamu yang hendak menginap. Beberapa petugas kebersihan juga terlihat masih menyapu sampah dan kotoran di halaman belakang hotel.
Sebelumnya, tim penyidik Kejagung mendatangi Hotel Brothers yang terletak di Jalan Ir Soekarno Blok AC 25, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol pada Kamis siang. Tim penyidik Kejagung didampingi petugas dari Kejaksaaan Negeri (Kejari) Sukoharjo. Mereka memasang pita segel di pintu belakang hotel. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono, mengatakan penyidik Kejagung melakukan penyitaan aset berupa hotel di kawasan Solo Baru. Penyitaan itu ihwal kasus tindak pidana korupsi PT Asabri dengan tersangka Benny Tjokrosaputro. “Benar. Penyidik Kejagung menyita Hotel Brothers Solo Baru pada Kamis. Hal itu berkaitan erat dengan kasus korupsi PT Asabri dengan tersangka Benny Tjokrosaputro,” kata dia, saat dihubungi Koran Solo, Senin.
Penyidikan kasus korupsi Asabri dilakukan oleh Kejagung. Kejari Sukoharjo hanya mendampingi dan memfasilitasi penyitaan dan pemeriksaan saksi. Tatang juga tak mengetahui secara jelas identitas dan jumlah saksi yang diperiksa saat penyitaan hotel yang dilakukan penyidik Kejagung. “Setahu saya hanya satu lokasi [penyitaan aset kasus korupsi Asabri]. Namun, bisa jadi berkembang tergantung hasil penyidikan yang dilakukan Kejagung,” ujar dia.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sukoharjo,Yudhi Teguh S., mengungkapkan dirinya ikut mendampingi tim penyidik Kejagung saat melakukan penyitaan aset berupa hotel. Tersangka Benny Tjokrosaputro memiliki saham di hotel tersebut. “Kapasitas kami hanya mendampingi tim Satgasus Tipikor Kejagung saat proses penyitaan aset berupa hotel.
Petugas Public Relations Hotel Brothers Solo Baru, Dwi Aryani, mengatakan hotel masih beroperasi pascapenyitaan yang dilakukan penyidik Kejagung pada beberapa hari lalu.