Meski Pakai APD Tetap Nyaman Belajar

Akhmad Ludiyanto
SOLO—SMKN 4 Solo menjadi bagian dari banyak sekolah setingkat SMA/SMK di Jawa Tengah yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).
Menariknya, seluruh siswa mengenakan alat pelindung diri yang dibuat sendiri oleh sekolah. Namun APD ini tidak seperti yang dikenakan tenaga kesehatan (nakes) dari ujung kepala hingga kaki. APD SMKN 4 hanya berupa baju panjang yang mirip baju seragam biasa.
Warnanya APD-nya pun berbeda-beda antara bidang keahlian (jurusan) satu dengan lainnya. Bidang Keahlian Perhotelan berwarna kuning, Tata Boga berwarna biru muda, Tata Kecantikan dan Rambut berwarna abu-abu, serta Tata Busana memakai warna biru tua.
Mereka tidak hanya mengenakan APD saat berada di kelas. Mereka memakai ADP lain berbentuk jaket yang dipakai khusus saat perjalanan berangkat-pulang sekolah.
Salah satu siswa jurusan Tata Busana, Vania C mengatakan, sekolah memang memberikan fasilitas sebuah jaket dan sebuah APD untuk setiap siswa. “Kalau berangkat pakai APD jaket khusus. Nanti kalau sudah sampai sekolah dan mau masuk kelas/ruangan, jaket dilepas dan digantung lalu kami ganti dengan APD baju,” ujarnya saat ditemui di sela-sela praktik Dasar Desain di sekolahnya, Senin (5/4/2021).
Siswa lainnya, Ellia Ari Yanti, mengatakan, meski harus memakai APD di dalam kelas atau ruang praktik ia merasa tetap nyaman. “Nyaman sih. Enggak masalah,” ujar siswa Jurusan Tata Boga ini.
Kepala SMKN 4 Solo, Wening Sukmawati mengatakan APD ini sengaja dibuat untuk menambah antisipasi/memperkecil risiko penularan Covid-19 di kalangan siswa. APD ini menggunakan bahan kain taslan dan katun Jepang di bagian luarnya. “Harapannya anak-anak lebih steril dengan APD ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, desain dan pembuatan jaket ADP dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana SMK se-Jateng sedangkan desain APD dibuat oleh SMKN 4. “Untuk yang baju APD dibuat SMKN 4. Yang sudah diproduksi semuanya 250 buah untuk kedua jenis itu. Kami berharap ini bisa jadi contoh sekaligus dipakai sekolah lain pada saat PTM nanti,” ujar Wening.
Di sisi lain, upaya pengamanan tambahan bagi siswa di SMKN 4 tidak hanya dilakukan dengan penggunaan APD tetapi juga pemantauan melalui closed circuit television (CCTV). “Di sekolah ini juga dipantau CCTV. Sehingga kalau ada siswa atau guru lupa pakai masker misalnya nanti langsung diperingatkan melalui pengeras suara yang ada di lingkungan sekolah,” ujarnya.