Beradaptasi dengan Teknologi Bikin UKM

Hijriyah Al Wakhidah
SEMARANG—Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai makin familier dengan sistem transaksi digital.
Tuntutan untuk terus beradaptasi dengan teknologi menjadi satu strategi agar UMKM bisa mempertahankan bisnis dan usahanya, terutama pada masa pandemi. Tidak hanya UMKM yang kini mulai masuk ke ekosistem digital, konsumen pun saat ini lebih menyukai cashless.
Pengalaman mempertahankan bisnis dengan masuk ke ekosistem digital diceritakan Founder Wong Art Bakery & Cafe, Philip Wong, di sela-sela Virtual Media Gathering program ShopeePay Semangat Usaha Lokal di Semarang, Selasa (6/4/2021).
Pemilik toko kue legendaris asal Kota Semarang ini mengatakan pandemi telah berimbas pada bisnis kue yang dirintis sejak 1993. Pada awal pandemi, pendapatan bisnis mereka hanya tinggal 20%. Namun bisnis Wong Art tetap kokoh berdiri dengan adaptasi teknologi. Philip Wong mengatakan seiring dengan kebiasaan masyarakat terutama konsumen yang berubah, khususnya selama pandemi, bisnis Wong Art pun bertransformasi agar dapat terus memenuhi kebutuhan para konsumen.
“Banyak sekali perubahan pada bisnis Wong Art yang memacu pertumbuhan bisnis. Adopsi pembayaran digital yang kami pakai yakni ShopeePay, juga telah banyak digunakan masyarakat segala kalangan sehingga menjadi salah satu kuncinya kami bisa bertahan,” kata Philip.
Dia tak memungkiri, saat ini banyak pelanggan yang lebih memilih bertransaksi dengan dompet digital meskipun berada di toko offline. “Pandemi seperti ini kan banyak ibu-ibu pelanggan kami yang tak mau bersentuhan atau pegang uang tunai, bawa uang tunai tapi tidak banyak, jadi dompet digital solusi yang luar biasa bagi kami.” Kemudahan pembayaran dengan sistem digital disebutnya mampu mendorong daya beli konsumen. Terlebih jika dari penyedia sistem pembayaran digital memberikan program promo. “Jadi biasanya nilai belanjanya justru menjadi lebih banyak. Kalau bawa uang tunai hanya Rp100.000, tapi dengan bayar digital yang ada promonya, biasanya belanjanya kemudian lebih dari Rp100.000 itu,” tutur Philip yang tengah menyiapkan ekspansi usaha pada tahun ini.
Kedekatan pelaku UMKM dengan ekosistem digital juga disampaikan Pendiri dan Pembina Komunitas Ruang Hebat, Hevearita G. Rahayu. UMKM sektor kuliner mampu bertahan bahkan menaikkan omzet jualan setelah masuk ke sistem digital. Namun, di luar sektor kuliner, misalnya kerajinan dan fesyen, masih butuh waktu.
Komunitas Ruang Hebat yang merangkul ratusan UMKM dari berbagai komunitas ingin menanamkan visi bahwa bisnis lokal UKM juga bisa bersaing dan naik kelas dengan strategi yang tepat serta beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, komunitas ini memberikan berbagai pelatihan tentang pemasaran produk, pemanfaatan berbagai layanan digital,” kata Ita, sapaannya.
Visi ini yang membuat Ruang Hebat berkolaborasi dengan ShopeePay mendampingi UMKM agar bisa berinovasi untuk bisa bangkit dari dampak pandemi.