Dari Arseto ke Persis Solo

CHRISNA CHANIS CARA
SOLO—Tak ada kejutan berarti soal pemain yang mengikuti latihan perdana Persis Solo di Stadion Mini Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (6/4/2021). Praktis hanya kehadiran jebolan Timnas U-19, Mohammad Kanu, yang cukup mengagetkan dalam latihan sore itu. Kejutan justru muncul dari tim kepelatihan. Persis resmi menunjuk legenda Arseto Solo yang juga mantan pelatih tim Elite Pro Academy (EPA) Bali United, Eddy Harto, sebagai pelatih kiper.

Eddy menjadi kepingan terakhir tim kepelatihan Persis musim ini. Sebelumnya, manajemen terlebih dulu menunjuk Eko Purdjianto sebagai pelatih kepala, kemudian Haryanto “Tommy” Prasetyo sebagai asisten pelatih dan Rony Azani sebagai pelatih fisik. Selain memantau latihan tim, sore itu Eddy banyak berdiskusi dengan Komisaris Utama Persis, Kevin Nugroho.
Eko Purdjianto mengonfirmasi Eddy Harto sebagai pelatih kiper Laskar Sambernyawa. “Sekarang genap empat pelatih setelah beliau masuk. Pengalaman coach Eddy Harto tak perlu diragukan lagi,” ujar Eko saat ditemui wartawan usai latihan perdana.

Solo bukan kota asing bagi Eddy Harto lantaran dia pernah membela Arseto medio 1982-1985. Di masa itu Eddy turut membawa Arseto menjuarai Piala Liga 1 pada 1985. Nama Eddy Harto kian dikenal saat membawa Timnas meraih medali emas SEA Games 1991 Filipina. Saat itu dia melakukan aksi heroik dengan memblok penalti Pairoite Pongjan yang membuat Indonesia unggul 4-3 atas Thailand via adu penalti.

Tangan dingin Eddy terus berlanjut ketika menjadi pelatih kiper. Lelaki asal Medan itu membaw Timnas U-23 menjadi runner up SEA Games 2011 dan 2013. Pelatih 58 tahun ini sukses menempa Kurnia Meiga dan Andritany sebagai kiper yang disegani. Saat memoles tim EPA Bali United pada 2018-2019, Eddy juga berhasil mengorbitkan I Made Putra Kaicen ke Timnas U-16. Sederet pengalaman dan prestasi ini membuat Persis pun mantap mengontraknya.

Beberapa Dipulangkan
Sementara itu Eko Purdjianto mengirim sinyal bakal memulangkan sejumlah pemain setelah memantau latihan perdana. Eko menyebut beberapa pemain diperkirakan sulit bersaing dengan pemain undangan yang akan menyusul datang beberapa hari ke depan. Ada sekitar 28 pemain yang mengikuti latihan Selasa sore (selengkapnya lihat tabel). “Secara umum saya memberi kesempatan pemain sampai Jumat [9/4/2021] untuk membuktikan diri. Namun besok [Rabu, 7/4/2021] mungkin sudah ada yang tidak ikut latihan [dipulangkan],” ujarnya.

Disinggung performa pemain secara umum di latihan perdana, Eko menyebut rata-rata pemain masih keteteran di kondisi fisik. “Teknik enggak hilang, tapi fisik rata-rata hilang. Makanya saya pengin melihat sampai Jumat. Kalau oke mereka akan lanjut tes medis kemudian dikontrak,” ujar pelatih asal Semarang itu.

Ada sekitar lima pemain via undangan yang akan menyusul latihan hari Rabu. Disinggung apakah mereka di antaranya adalah trio Bali United, M. Taufiq, Arapenta dan Irfan Jauhari, Eko enggan menjawab. “Kita lihat saja besok.” Press Officer Persis, Bryan Barcelona, mengonfirmasi ada pemain undangan maupun pemain musim lalu yang akan bergabung hari Selasa. “Untuk pemain lama sebagian sudah direkomendasi untuk dikontrak.”