Wow : Rumah Tahan Gempa

KURNIAWAN
SOLO—Kementerian PUPR bersama Pemkot Solo mulai membangun ratusan rumah tahan gempa yang menjadi percontohan nasional. Rumah dengan ukuran sekitar 36 meter persegi itu dibangun di lahan hak pakai 00001 atau yang dulu merupakan hak pakai 16 di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon.

Total ada 563 unit rumah yang akan dibangun di kawasan kumuh itu.
Pada tahun ini pemerintah baru membangun 253 unit rumah. Ketua Pokja Penataan HP 00001 Mojo, Sarjoko, saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (6/4/2021), mengatakan pembangunan rumah sudah dimulai beberapa hari terakhir.

Pembangunan itu ditargetkan rampung pada November 2021 sehingga bulan berikutnya bisa langsung ditempati warga. Sejak dilakukan pembongkaran bangunan rumah lama, warga tinggal sementara di rumah kontrakan.
“Yang jelas untuk tahap pertama ini ada 253 unit. Dan untuk pekan lalu dimulai pembuatan masing-masing blok satu rumah. Sebab 253 rumah itu dibagi lima blok, masing-masing ada satu rumah untuk percontohannya,” terang Sarjoko.

Warga yang mengungsi dibekali dana Rp5 juta per keluarga untuk menunggu penyelesaian proyek. Sedangkan untuk pembangunan sisanya dilakukan tahun 2022.

Sarjoko menjelaskan pem­bangunan 563 unit rumah merupakan bagian program pembangunan dan penataan lingkungan kumuh di kawasan HP 0001 Mojo. Ihwal teknis konstruksi rumah tahan gempa menurut dia ada tenaga ahlinya.

“Rencananya, semua rumah tahan gempa. Untuk teknisnya sudah ada tenaga ahlinya, tapi yang kami dengar saat sosialisasi memang semuanya tahan gempa. Rumah-rumah ini juga menjadi percontohan nasional,” tutur dia.

Detail rumah tahan gempa untuk warga menurut Sarjoko seluas 36 meter persegi dan berdiri di tanah seluas 39,5 meter persegi. Rumah itu akan ada fasilitas ruang tamu, kamar mandi, dan berbagai ruang yang dibutuhkan.
Dengan pembangunan dan penataan hunian warga diharapkan lingkungan di kawasan itu bisa lebih rapi, bersih dan sehat. Di lahan eks HP 16 Mojo juga dibangun Asrama Brimob dan Kompleks SMAN 2 Solo yang dipindah dari lokasi lama.