30 Pemuda Kembangkan Alga Air Tawar

Ponco Suseno
KLATEN—Puluhan anak muda di Klaten melawan arus dengan menggeluti dunia pertanian. Sebanyak 30 anak generasi milenial mengembangkan alga yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Solo, kaum milenial itu memusatkan usaha mengembangkan alga di Sidowayah, Kecamatan Polanharjo sejak tahun 2018. Mereka mendirikan PT Algaepark Indonesia Mandiri. Pengembangan usaha alga ini bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Sejauh ini PT Algaepark Indonesia Mandiri telah berkontribusi ke peningkatan pendapatan desa Sidowayah. ”Umumnya, alga dikembangkan dengan air laut tapi di sini bisa dikembangkan dengan memanfaatkan air tawar. Alga ini kaya protein. Di Sidowayah, tanah pertanian rata-rata memiliki PH 4,5-5,0. Itu di bawah standar. Begitu tanah diberikan alga ini [pupuk organik], PH tanah bisa kembali normal menjadi 5,5 atau menuju 6,0,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Algaepark Indonesia Mandiri, Rangga Warsita Aji, saat ditemui di Sidowayah, Polanharjo, Rabu (7/4/2021).

Rangga Warsita mengatakan pengembangan alga di Sidowayah dilakukan para kawula muda. Sebanyak 30 orang yang terlibat di dalamnya merupakan anak muda yang berusia di bawah 30 tahun.

”Lantaran tingginya protein dari alga, kami pun mengembangkan yang lain. Tak hanya digunakan memproduksi pupuk cair yang kebutuhannya 15 liter per hektare. Kami mengembangkan untuk sumber nutrisi [ketahanan pangan]. Kami produksi dalam bentuk powder atau serbuk. Produksi total kami saat ini mencapai empat ton per bulan. Pemasaran produk [dalam bentuk serbuk] sudah merata ke berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Pengembangan alga di Sidowayah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Bibit alga dikembangkan di air tawar sebelum dipanen. Begitu dipanen, alga dikeringkan dan dijadikan sebagau produk setengah jadi sebelum akhirnya dimasukkan ke unit produksi, di antaranya mendukung ketahanan pangan.

Bahan baku alga itu bisa diolah menjadi bahan makanan, seperti mi. Selanjutnya bisa diproduksi menjadi sabun wajah, antioksidan, dan bermanfaat di bidang kesehatan tubuh lainnya.
”Dalam melihat pertanian jangan hanya dilihat sawahnya. Di dalam pertanian banyak sekali peluang. Berbekal alga ini, kami telah mantap terjun di dunia pertanian,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Mujahid Jaryanto, mengatakan produk alga di daerahnya sudah mampu diterima pasar. Produk tersebut juga telah terbukti membantu menetralkan PH tanah.

”Kebetulan di sini, sumber airnya berkualitas. Pengembangan alga ini juga menjadi bagian mengajak anak-anak muda agar bersedia terjun di dunia pertanian,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Wawan Rohmad Widodo. Alga yang dikembangkan kaum milenial di Sidowayah telah memberikan manfaat di bidang pertanian dan kesehatan.