DIY Tak Berlakukan Penyekatan Mudik

ABDUL HAMID RAZAK
SLEMAN—Pemerintah berencana melakukan penyekatan di jalan arteri dan tol baik di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur saat musim mudik Lebaran mendatang. Akan tetapi Pemda DIY sampai saat ini belum berencana melakukan penyekatan.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti mengatakan berdasarkan hasil koordinasi nasional dengan Kementerian Perhubungan, DIY tidak termasuk wilayah yang harus melakukan penyekatan. Penyekatan arus mudik hanya dilakukan mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ”Kami masih menunggu kebijakan pimpinan daerah. Kami belum berinisiasi untuk melakukan penyekatan atau pemeriksaan surat bebas Covid-19 di wilayah perbatasan,” katanya di sela kegiatan inspeksi angkutan barang dan angkutan umum di Lapangan Denggung, Sleman, Rabu (7/4/2021).
Meskipun tidak ditunjuk menjadi daerah yang perlu melakukan penyekatan, kata Made, bukan berarti DIY terbuka lebar untuk keluar masuk. Dishub DIY tetap akan mendirikan pos-pos penjagaan selama mudik lebaran. Pos-pos penjagaan tersebut akan didirikan di Denggung, Prambanan, Piyungan dan Ambarketawang.
Selain itu, Dishub DIY juga akan berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten/Kota, pihak kepolisian dan TNI untuk mendirikan pos penjagaan. Pos penjagaan diperbatasan dilakukan kabupaten/kota dan dilakukan selama 24 jam. ”Meski DIY dibentengi oleh daerah lain, kami tetap waspada. Kami tetap melakukan pembatasan, tapi tidak dilakukan penyekatan,” katanya.
Disinggung soal kampanye ”Tidak Mudik Tapi Piknik ke Jogja” yang digaungkan sejumlah elemen masyarakat, Made berharap kesadaran masyarakat misalnya untuk berwisata tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, katanya, sektor pariwisata juga menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
”Apa yang disarankan pusat untuk tidak mudik ya harus diperhatikan. Harapan kami, masyarakat mematuhinya. Pelaku wisata menerapkan protokol kesehatan dan sesuai ketugasan kami, Dishub hanya mengatur soal arus lalu lintas,” katanya. (Harian Jogja/JIBI)