Ekspedisi KRL Solo-Jogja KRL Bikin Jelajah Wisata Kian Mudah

Tika Sekar Arum
SOLO—KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang melayani rute Solo-Jogja PP resmi berhenti beroperasi pada 10 Februari 2021 dan digantikan Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Jogja. Kehadiran KRL diyakini akan meningkatkan ekonomi dan wisata Soloraya dan DI Yogyakarta.

Terkait dengan kehadiran transportasi darat hemat energi ini, Solopos Group (induk Koran Solo) bersama PT KAI Commuter, BOB, dan Perum Perumnas menggelar Ekspedisi KRL Solo-Jogja selama tiga hari Kamis (8/4/2021) hingga Sabtu (9/4/2021).

Dua wartawan Solopos Group, Chelin Indra Sushmita dan Adhika Ali Pratikna, akan mengajak pembaca melihat langsung perubahan di kawasan Solo-Jogja seiring hadirnya KRL. Pemimpin Redaksi (Pemred) Solopos dan Koran Solo, Rini Yustiningsih, mengatakan Ekspedisi KRL Solo-Jogja bakal memotret dinamika daerah-daerah di Solo-Jogja yang dilewati KRL.

“Program ini merupakan jawaban atas pertanyaan masyarakat yang membutuhkan informasi seputar perkembangan kawasan Solo [Soloraya] dan DIY. Tak hanya di sektor wisata termasuk juga di sektor lainnya,” kata dia saat berbincang dengan Koran Solo di Solo, Rabu (7/4/2021).

Perjalanan Ekspedisi KRL Solo-Jogja diawali dari Jogja. Pada hari pertama, Chelin Indra Sushmita dan Adhika Ali Pratikna akan menjajal berwisata di Jogja. Keseruan berwisata di Kota Pelajar ini akan dikabarkan langsung di website Solopos.com, media sosial Solopos, dan Youtube SoloposTV.

Setelah berwisata di Jogja, tim direncanakan memulai perjalanan dengan KRL menuju Stasiun Maguwo. Di stasiun yang terhubung dengan Bandara Internasional Adisutjipto DIY ini, tim bakal berbagi informasi terkait kemudahan perjalanan wisata dimulai dari Stasiun Maguwo.

Pada hari kedua tim bakal menyambangi destinasi wisata istimewa di sekitar Stasiun Brambanan. Perjalanan bakal dilanjutkan ke Stasiun Delanggu dan Stasiun Gawok. Dua stasiun ini dibuka bersamaan dengan dimulainya operasional KRL Solo-Jogja.

“Tim akan menggambarkan bagaimana KRL Solo-Jogja membawa perubahan terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sekitar Gawok dan Delanggu, termasuk dengan lahirnya kawasan perumahan baru,” imbuh Rini.

Ekspedisi KRL Solo-Jogja berikutnya berlanjut ke Solo. Di Kota Bengawan, tim akan mengulas wisata Solo dan sekitarnya, termasuk Museum Manusia Purba Sangiran yang menjadi salah satu destinasi andalan di wilayah koordinatif Badan Otorita Borobudur (BOB).

“Wisata Solo dan sekitarnya dikenal dengan wisata kuliner dan belanja. Solo dikenal memiliki kuliner yang enak serta murah, seperti nasi liwet, cabuk rambak, sate kere, dan angkringan pada malam hari,” ulas Rini.

Di Sangiran, tim tidak hanya mengulas tentang keistimewaan destinasi utama Museum Manusia Purba, melainkan juga kawasan pendukungnya. Liputan utuh Ekspedisi KRL Solo-Jogja bakal disajikan kepada pembaca pada edisi Minggu (11/4/2021) dan Senin (12/4/2021).

KRL Solo-Jogja memang membawa harapan besar bagi kemajuan kawasan Soloraya dan DI Yogyakarta. Berbeda dengan KA Prameks yang hanya berhenti di tujuh stasiun, KRL Solo-Jogja makin mudah diakses publik karena berhenti di 11 stasiun. Lama perjalanan KRL juga lebih singkat dibandingkan Prameks, dari 75 menit menjadi hanya 68 menit.

Tentu saja kemudahan akses dan kecepatan layanan ini berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekitar rel. Mobilitas makin tinggi, kegiatan usaha meningkat, dan tercipta simpul-simpul bisnis baru. Pada gilirannya, peningkatan aktivitas itu pun menjadi magnet pertumbuhan sektor properti di kawasan sekitar.

Di sisi lain, akses transportasi umum yang kian gampang tersebut memudahkan wisatawan untuk menjelajah destinasi menarik Solo dan Jogja. Destinasi wisata candi-candi seputar Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan DIY yang masuk wilayah koordinatif Badan Otorita Borobudur (BOB), makin mudah dijangkau.

Koneksi tanpa putus dari kereta api yang berhenti di Stasiun Balapan ke Terminal Tirtonadi, juga memudahkan wisatawan menikmati destinasi khas Museum Manusia Purba Sangiran di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan transportasi Bus Trans Jateng.