NTT Butuh Makanan dan Alat Berat

JAKARTA—Kebutuhan mendesak yang diperlukan para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur adalah makanan dan alat berat. Hal ini disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam jumpa pers, Rabu (7/4/2021).

”Besok pagi [Kamis] saya akan berangkat kembali ke sana, karena masih banyak daerah yang saya khawatir belum tersentuh kebutuhan makanan,” kata Risma, panggilan akrabnya. Menurut Risma, selain kebutuhan pangan, warga yang terdampak bencana akibat dampak siklon tropis Seroja itu juga membutuhkan alat berat untuk mencari jenazah yang belum ditemukan. Kebutuhan mendesak lainnya berupa obat-obatan karena cukup banyak korban yang luka-luka akibat bencana tersebut.

Wilayah yang masih sulit dijangkau dan mengalami dampak yang parah menurut Risma yaitu di Adonara, Lembata, Pulau Pantar di Alor, Sumba Timur, Ende dan Malaka. Sebelumnya pada Selasa (6/4/2021) Mensos telah meninjau lokasi bencana di Kabupaten Lembata dan Adonara serta bantuan dari Kementerian Sosial juga sudah tiba di lokasi. ”Di Alor kami sudah distribusikan bahan makanan, meski [saya] belum bisa ke sana. Di Sumba Timur korban yang mengungsi cukup banyak, kami akan kirim kembali,” tambah dia.

Siklon tropis Seroja telah menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah NTT sehingga menyebabkan banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Wilayah yang terdampak yaitu Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang,Belu, Timor Tengah Utara, dan Kota Kupang.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu pukul 14.00 WIB, dampak siklon menimbulkan korban jiwa sebanyak 124 orang meninggal dunia, 74 orang hilang, 129 luka-luka dan 13.230 orang mengungsi. Jumlah korban jiwa terbanyak di Kabupaten Flores Timur 67 orang, Lembata 28 orang, Alor 21 orang, Malaka tiga orang, Sabu Raijua dua orang, Kota Kupang, Kabupaten Ende dan Kabupaten Kupang masing-masing satu orang.

Kerugian material sementara terdata 1.962 unit rumah terdampak dengan perincian 154 unit rusak ringan, 272 unit rusak sedang, 688 rusak berat dan 87 fasilitas umum terdampak dimana 24 unit mengalami rusak berat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap cuaca di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus membaik sehingga memudahkan tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap para korban bencana alam di daerah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB di Jakarta, Rabu, mengatakan terdapat beberapa wilayah yang masih belum dapat dijangkau sepenuhnya oleh tim, seperti Lembata, Alor, dan Adonara. Ia menambahkan beberapa wilayah yang terisolasi saat ini masih dalam pendataan. Tim SAR gabungan juga memetakan sejauh mana wilayah-wilayah yang terisolasi bisa dibuka.
“Tentunya juga akan dipantau dengan helikopter untuk melihat sejauh mana kebutuhan yang ada,” katanya. (Antara/JIBI)