Nyadran, Penjaga Makam Dapat Rp500.000/hari

Wahyu Prakoso
SOLO—Penghasilan warga yang menunggu peziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Jl. Sumpah Pemuda, Solo ada yang sampai Rp500.000 per hari. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPPKP) Kota Solo dan Satpol PP melakukan sosialisasi dan penertiban.

Berdasarkan pantauan Koran Solo, Rabu (7/4/2021) siang, petugas yang terbagi enam tim menyisir area makam. Petugas mendata dan memberikan arahan supaya warga tidak mengganggu kenyamanan peziarah.
Petugas melakukan sosialisasi sebagai respons aduan dari masyarakat yang tidak nyaman melakukan ziarah jelang Ramadan. Begitu peziarah yang datang, warga mengikuti sampai pengunjung memberikan uang sehingga mengganggu kenyamanan.

Salah satu warga yang mencari penghasilan di TPU Bonoloyo, Sri Wahyuni, 42, beraktivitas di area makam untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dia bisa mengantongi Rp500.000 per hari menjelang Bulan Puasa saat akhir pekan.
“Kadang ada yang kasih banyak. Ada laporan kejadian itu [warga yang membuat pengunjung tidak nyaman] disayangkan,” paparnya.
Dia mengatakan mencari penghasilan di TPU jelang Ramadan merupakan rutinitas setiap tahun. “Tapi kami enggak sampai mengganggu warga yang berkunjung. Itu mungkin mereka orang luar. Saya enggak tahu siapa,” kata dia kepada wartawan.

Menurut dia, warga yang menunggu kedatangan peziarah dari usia muda hingga orang tua. Jumlah warga yang menunggu peziarah bertambah menjelang Bulan Puasa dan Lebaran karena pada momen tersebut banyak warga yang berkunjung ke makam. “Saya ikut petugas saja. Kalau ada pemberian seragam malah bagus untuk membedakan,” kata dia.
Warga lain, Warsi, 50 mengatakan pada hari biasa selama pandemi warga hanya mendapatkan penghasilan Rp5.000 sampai Rp10.000 per hari karena sepi. Dia mengandalkan kembang kamboja untuk dikeringkan dan dijual Rp7.000 per kilogram sebagai pemasukan.

Kepala Seksi Pemakaman Umum Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kota Solo, Adji Anggoro Rukmo menjelaskan sekitar 30 orang masuk pendataan siang kemarin. Petugas akan melakukan tindak lanjut jika ada warga yang melakukan perbuatan tidak sesuai arahan.
“Warga tidak boleh mengganggu kenyamanan keluarga yang berdoa. Harus berada di radius tertentu. Tidak boleh memaksa untuk dapat uang,” kata dia.