Subsidi Listrik Pada 2022 Ditaksir Rp61,1 Triliun

Muhammad Ridwan
JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan jumlah subsidi listrik yang akan diberikan masyarakat pada tahun depan mencapai Rp61,1 triliun.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan jumlah subsidi itu apabila mengacu dengan asumsi makro pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, dan ICP. Adapun, asumsi makro pada 2022 yakni pertumbuhan ekonomi 5,7 persen, inflasi 3 persen, nilai tukar Rp14.450 per US$, dan ICP pada US$50 per barel.
”Dari angka ini kita cantumkan sensitivitasnya tergantung ICP dan kursnya berapa, kami sudah siapkan angkanya,” ujar dia dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Anggaran DPR, Rabu (7/4/2021).
Dia mengungkapkan anggaran subsidi itu sekitar 58 persen bakal diserap untuk pelanggan listrik dengan daya 450 voltampere atau pelanggan rumah tangga. Namun, imbuh dia, selama ini kategori itu banyak salah sasaran.
Dia menjelaskan dari total 24,5 juta pelanggan rumah tangga 450 VA, terdapat sekitar 15,19 juta pelanggan yang dinilai tidak tepat sasaran. Untuk itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Menurut dia, apabila merujuk pada DTKS, maka hanya sekitar 9,3 juta pelanggan yang berhak menerima subsidi listrik 450 VA. Dari situ, pemerintah bisa berpotensi menghemat sekitar Rp22,12 triliun dengan pemberian subsidi tepat sasaran.
”Pada 2022 kami memilah pelanggan 450 VA dan mendukung subsidi langsung tidak lagi subsidi komoditas. Kami sudah bicara dengan Kemenkeu untuk merancang hal ini,” jelas dia.